Pangandaran difoto dari atas. Foto: Ist/Net
Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Konsultan perencanaan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kabupaten Pangandaran, Saraswati, mengatakan, tahapan penyusunan RTRW saat ini masih terus berjalan. Saat ini penyusunan RTRW baru memasuki tahap konsultasi publik dan belum menetapkan item terkait arah kebijakan pembangunan.
Saraswati mengungkapkan, arah kebijakan pembangunan Pangandaran kemungkinan akan lebih fokus terhadap pengembangan sektor parawisata. Hal itu tercermin dari beberapa usulan yang masuk saat pembahasan.
Terkait potensi industri pertambangan, lanjut dia, bisa juga dikembangkan asalkan tidak merusak kawasan wisata dan sumber daya alam lainnya.
“Kalau konsentrasi pembangunan Pangandaran ke depan mau diarahkan lebih besar ke sektor parawisata, tentunya semua pihak harus sepakat untuk menghindari kerusakan alam. Kalau industri pertambangan dapat merusak parawisata, ya tentunya tidak mesti dipaksakan,” paparnya, kepada HR, pekan lalu.
Namun demikan, lanjut Saraswati, apabila setelah dilakukan uji Amdal (Analisis Dampak Lingkungan) ternyata industri pertambangan di sebuah kawasan tidak mengganggu sektor parawista dan potensi alam lainnya, kenapa tidak untuk sama-sama digali potensinya.
“Intinya, apabila tidak mengganggu dan menyebabkan kerusakan alam di sekitarnya, tidak masalah sektor pertambangan pun masuk ke dalam rencana pembangunan Pangandaran ke depan,” ungkapnya. (Mad/Koran-HR)
Berita Terkait:
Perusahaan Pabrik Semen Kembali Lobi Warga Padaherang Pangandaran
Ini Alasan Investor Ngotot Ingin Dirikan Pabrik Semen di Padaherang
Pj. Bupati Pangandaran: Investor Semen Harus Penuhi Aspek Hukum dan Sosiologis