Puing-puing bangunan jembatan kereta api tampak berserakan di Sungai Ciputra Haji, di Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis. Foto: Entang Saeful Rachman/HR
Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Sebuah jembatan kereta api peninggalan zaman penjajahan Belanda yang berada di Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, ambruk, Rabu (01/10/2014) malam. Ambruknya jembatan yang berumur puluhan tahun itu disebabkan tiang pondasinya roboh setelah tergerus abrasi sungai.
Dari pantauan HR di lapangan, Jum’at (03/10/2014), tampak puing-puing bangunan jembatan tergeletak di dasar sungai Ciputra Haji. Sejak jalur kereta api Banjar- Pangandaran sudah tidak difungsikan, membuat jembatan itu tidak ada yang merawat.
Elon, warga Desa Sukasari Kecamatan Banjarsari, mengatakan, jembatan kereta api itu ambruk akibat tiang pondasinya roboh. Menurut dia, warga mengetahui jembatan itu ambruk setelah terjadi suara yang menggelegar dan terdengar hingga radius 300 meter.
“ Saat malam itu saya langsung mencari sumber suara tersebut, ternyata jembatan kereta api ambruk,” ujarnya.
Elon menjelaskan, ambruknya pondasi jembatan tersebut akibat terjadi abrasi di bantaran Sungai Ciputra Haji. “ Setelah tergerus abrasi, akhirnya pondasi jembatan itu tak tahan lagi menahan beban dan akhirnya roboh,” katanya.
Kini, puing-puing reruntuhan bangunan jembatan tersebut dibiarkan begitu saja berserakan di dasar sungai yang tengah mengalami kekeringan. Pihak PT KAI maupun warga setempat tidak ada yang berusaha membersihkan puing-puing jembatan tersebut. (Ntang/R2/HR-Online)