Banjar, (harapanrakyat.com),- Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Banjar, berjanji akan memperbaiki kembali kerusakan pada proyek pompanisasi Rancabulus, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Hal itu terkait dengan rusaknya mesin pompa yang baru diperbaiki beberapa waktu lalu akibat ruang penyimpanan mesin terendam banjir, seperti diberitakan HR sebelumnya.
Saat ditemui HR, Senin (25/08/2014), Sekretaris DPU Kota Banjar, H. Agus Nugraha, S.Sos., M.Si., mengatakan, dalam hal ini, ditataran administrasi pihaknya sudah berupaya agar pelaksanaan proyek dikerjakan sebaik mungkin sesuai perencanaan, dan dijalankan berdasarkan prosedur yang ada.
Namun diakuinya, dalam perencanaan pengerjaan tersebut, kenyataannya masih ada kekurangmatangan yang dilakukan bidang teknisnya, yakni terjadi Human Error. “Hal itu perlu dimaklumi, karena sama dengan yang lain sebagai manusia biasa pasti akan mengalami Human Error,” kata Agus.
Agus mengatakan, untuk perbaikan rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2015 melalui anggaran murni APBD Kota Banjar. Namun Agus belum bisa memastikan berapa besar jumlahnya.
Selain itu, pihaknya juga tidak akan melibatkan lagi CV. Tunjungsari, Ciamis dalam pengerjaan perbaikan nanti, dimana pihak ketiga tersebut yang sebelumnya mengerjakan proyek pompanisasi Rancabulus.
“Mengenai jumlah anggaran, yang jelas kalau di bawah 200 juta rupiah akan langsung dikerjakan oleh pihak kami. Tapi kalau di atas 200 juta rupiah akan dilelangkan kembali atau penunjukan kepada pihak ketiga untuk pengerjaannya,” jelas Agus.
Dia juga mengatakan, pihaknya akan turun ke lapangan guna melakukan observasi, yang selanjutnya dilakukan hipotesa dan analisa, sehingga akan terlihat seperti apa perencanaan pembangunannya, termasuk bisa diketahui besaran anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan.
Menurut Agus, kalau keretakannya terjadi pada konstruksi bangunan tempat penyimpan mesin pompa, tentu harus ada upaya pengecoran yang lebih bagus lagi. Tapi bila retakannya ada dibagian luar bangunan, kemungkinan bangunannya yang harus ditinggikan. Karena, di lokasi itu memang rawan terkena banjir.
“Yang jelas lihat saja nanti bilamana telah dilakukan observasi lapangan secara teknisnya bagaimana, baik konstruksi bangunan tempat penyimpanan pompa, termasuk pompanya juga ikut diganti kalau memang tidak memungkinan dipakai lagi,” ujarnya.
Menanggapi adanya keluhan dan desakan dari masyarakat Rancabulus agar mesin pompa bisa diupayakan secepatnya berfungsi, menurut Agus itu merupakan hal yang wajar. Karena mungkin kepanikan dari para petani, terlebih sedang menghadapi musim tanam.
Namun, sebelum melakukan perbaikan, pihaknya pun terlebih dahulu harus memikirkan perencanaan yang matang untuk perbaikannya, termasuk harus menunggu anggaran turun yang akan diajukan.
“Bagi petani yang akan mengusir bangunan tempat penyimpanan pompa, mohon untuk berhati sabar, toh kita sedang berupaya. Insya Allah kita mau bermusyawarah melalui pendekatan secara persuasif kepada para petani, bahwa proyek ini akan dilaksanakan demi kemanfaatan rakyat Banjar. Dan untuk lebih jelasnya silahkan konfirmasi kembali pada Bidang PSDA,” kata Agus.
Namun, sampai berita ini diturunkan, HR belum bisa menemui Kabid. PSDA DPU Kota Banjar, Agus Saripudin, ST., MM., MT., karena tidak ada di tempat. Ketika dihubungi melalui telepon selularnya, pejabat tersebut sedang dinas ke luar kota (Bandung-red), dan belum bisa memberikan keterangan. (Nanks/Koran-HR)