Ketua Apache Day, Edi Susanto saat memberikan penjelasan acara puncak Apache Day ditunda akibat pihak kepolisian khawatir ganggu arus balik di jalur lintas selatan Kota Banjar, Minggu, (03/08/2014).
Foto : Hermanto/HR
Banjar, (harapanrakyat.com),-
Acara puncak hari jadi komunitas pemuda Likungan Wargamulya, Kelurahan Purwaharja, Kec. Purwaharja, yang ke 27, atau yang lebih dikenal Apache Day, tak direstui pihak kepolisian Kota Banjar. Pasalnya, acara yang berlangsung di jalur lintas selatan itu, dikhawatirkan mengganggu puncak arus balik lebaran, Minggu, (03/08/2014).
Acara hari jadi yang direncanakan berlangsung dua hari, akhirnya hanya berlangsung satu hari, yaitu Sabtu, (02/08/2014). Pada kesempatan itu sejumlah acara sempat digelar, seperti, donor darah, sunatan massal, aneka seni tradisional dan hiburan musik dangdut.
Sementara acara puncak, panitia sedianya akan menggelar pentas musik Rock Cadas bernuansa era tahun 80 dan 90. Sejumlah grup musik dari berbagai kota telah berdatangan, namun pesta hingar bingar musik cadas itu urung dilakukan. Karena pihak kepolisian khawatir ganggu puncak arus balik.
Ketua panitia Apache Day, Edi Susanto (44), mengatakan, acara yang tertunda akan dilaksanakan di lain waktu. “Karena tak diperkenankan, akhirnya kami menunda acara puncak gelaran musik rock tersebut. Dan kami menghargai keputusan penundaan itu,” ucapnya kepada HR.
Rasa kekecewaan tetap tersirat dari peserta yang telah datang dari luar kota. Seperti dikatakan Lukman (28), gitaris Rawarontek asal Bandung. Menurutnya, persiapan matang telah dilakukan untuk bisa tampil prima.
“Walaupun kecewa, tapi saya dan teman-teman tetap semangat. Semoga kedepannya tidak terjadi lagi seperti sekarang,” ujarnya.
Lukman menambahkan, acara seperti Apache Day, jarang ditemui di kota lain. Apalagi gelaran yang merangkul para musisi cadas beraliran rock era tahun 80/90. (Hermanto/R1/HR-Online)