Pemilik terpaksa sandarkan perahu compreng gara-gara bbm mahal. Photo : Entang SR/ HR
Kalipucang, (harapanrakyat.com),-
Kelangkaan bahan bakar minyak (bbm) ternyata bukan hanya dirasakan oleh awak angkutan darat saja. Di Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, masyarakat yang mengantungkan hidupnya sebagai nelayan dan angkutan umum laut, tepatnya di bilangan pelabuhan Majingklak, kini terpaksa berhenti beroperasi.
Suprianti, Jum`at (30/8/2014), mengatakan, sudah lima hari terakhir ini, angkutan laut atau perahu compreng yang biasa melayani tujuan klaces Cilacap dan Kalipucang berhenti beroperasi.
Selain masalah kelangkaan bbm bersubsidi, masalah kenaikan harga di pedagang ecer pun ikut dikeluhkan. Di pengecer, harga bbm mencapai 9 ribu rupiah per liter. Penjual jasa angkutan seperti dirinya mengaku sangat keberatan dengan kondisi tersebut.
Lebih lanjut, Suprtianto menjelaskan, pengeluaran untuk bbm tidak seimbang dengan tarif ongkos yang dibandrol kepada penumpang. Kini, mayoritas pemilik perahu compreng terpaksa memutuskan berhenti beroperasi. (ntang/R4/HR-Online)