Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita CiamisAPBD Baru Terserap 30%, Kinerja Aparatur Pemkab Ciamis Disorot

APBD Baru Terserap 30%, Kinerja Aparatur Pemkab Ciamis Disorot

Foto: Ilustrasi

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Realisasi keterserapan APBD 2014 Kabupaten Ciamis, hingga bulan Juni atau semester 1 masih di kisaran 30 persen. Dari jumlah APBD sekitar Rp. 2 triliun, anggaran yang terserap baru di kisaran Rp. 630 miliar. Hal itu tampaknya menjadi sorotan dari berbagai kalangan. Mereka menilai masih banyaknya anggaran yang belum terserap, akibat kinerja aparatur di Pemkab Ciamis lemah.

Aktivitas Nahdatul Ulama (NU), Kabupaten Ciamis, Maulana Sidik, mengungkapkan, lemahnya keterserapan anggaran tersebut, berdampak pada banyaknya program kerja di Pemkab Ciamis yang belum berjalan.

“Kami menilai kondisi ini menunjukan kinerja buruk bagi pemerintahan di Ciamis, baik eksekutif maupun legislatif. Legislatif tentunya gagal dalam melakukan tugas pengawasannya. Bahkan, kondisi ini bisa dikategorikan sebagai rapor merahnya Pemkab Ciamis setelah masa transisi dari bupati lama (Engkon Komara) ke bupati baru (Iing Syam Arifin). Hal ini tentunya perlu segera dievaluasi,” katanya, Selasa (06/08/2014).

Sidik menambahkan, dari informasi yang diperolehnya, masih rendahnya keterserapan anggaran itu disebabkan masa transisi kepala daerah, ditambah tahun ini bertepatan dengan tahun politik. Namun, kata dia, hal itu mestinya tidak perlu dijadikan alasan yang mendasar.

“Pemilu kan sudah lama berlalu. Jangan dijadikan alasan bahwa dengan adanya pemilu ikut memengaruhi keterserapan anggaran. Yang jelas, pemerintah sekarang ini tidak mampu menyerap anggaran untuk kesejahteraan masyarakat melalui program kerjanya,” tegasnya.

Dihubungi terpisah, Ketua DPRD Ciamis, Asep Roni, membenarkan bahwa saat ini baru sekitar 30 persen anggaran yang baru terserap. Menurutnya, hal itu harus menjadi catatan bagi Pemkab Ciamis untuk mengevaluasi kinerjanya.

“Hingga bulan Juni atau semester 1, minimalnya anggaran yang sudah terserap di kisaran 60 persen dari total anggaran yang disahkan. Terus terang, kami khawatir dengan kondisi ini, karena waktu yang efektif di anggaran murni hanya sekitar dua bulan ke depan,” ujarnya.

Menurut Asep, dampak dari terlambatnya penyerapan anggaran ini berimbas ke sejumlah program pembangunan, baik fisik maupun non-fisik. Karena hingga saat ini masih banyak program pembangunan yang belum berjalan. Akibat kondisi ini, tentunya masyarakat yang dirugikan, karena lambat merasakan manfaat dari pembangunan tersebut.

“Saat ini masih banyak proyek pembangunan yang belum dilelang. Karenanya, kami akan segera memanggil Pemkab untuk mempertanyakan alasan lemahnya keterserapan anggaran ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah Kabupaten Ciamis, Toto Marwoto, menjelaskan, anggaran yang belum terserap hanya bantuan yang bersumber dari Pemerintah Provinsi (Pemprov). Sementara penyerapan anggaran dari APBD Ciamis sudah di atas rata-rata.

Menurut Toto, belum terserapnya anggaran bantuan Pemprov, karena anggarannya belum turun ke kas daerah Ciamis. Karena, menurutnya, untuk mencairkan anggaran bantuan tersebut, ada sejumlah proses dan tahapan yang perlu memakan waktu cukup lama.

“Untuk mencairkan anggaran bantuan Pemprov, harus menempuh dulu tahap verifikasi. Adanya tahapan-tahapan ini yang membuat waktunya tampak lama,” terangnya, kepada HR, Selasa (05/08/2014).

Namun demikian, lanjut Toto, untuk penyerapan APBD Ciamis hingga saat ini masih wajar dan tidak ada kendala yang berarti. “ Kalau menghitung keselurahan APBD memang benar akan tampak banyak anggaran yang belum terserap, karena anggaran dari bantuan provinsi yang turun ke Ciamis sangat besar. Tetapi, bantuan provinsi itu belum turun ke kas daerah Ciamis dan masih dalam tahap proses pencairan,” terangnya. (Bgj/Koran-HR)

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Tidak semua tokoh besar mendapat tempat dalam buku sejarah Indonesia. Beberapa nama tetap hidup melalui cerita lisan yang diwariskan turun-temurun. Sejarah Tumenggung Kopek adalah...
Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan baru saja memperkenalkan generasi terbaru dari Nissan Micra EV 2025. Mobil Nissan terbaru tersebut kini bertransformasi menjadi kendaraan listrik sepenuhnya. Nissan Micra atau...
Pemandian Air Panas

Menikmati Wisata Pemandian Air Panas Cileungsing Sumedang Saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Obyek wisata Pemandian Air Panas Cileungsing di Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Sumedang, Jawa Barat, kembali menarik ribuan wisatawan pada libur Lebaran 2025. Destinasi wisata ini...
Obyek Wisata Sepi Pengunjung

Obyek Wisata Sepi Pengunjung Saat Libur Lebaran, Wali Kota Banjar: Perlu Ada Perubahan

harapanrakyat.com,- Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Sudarsono, menanggapi perihal sejumlah obyek wisata sepi pengunjung pada momen libur Lebaran 2025. Sudarsono mengatakan, Pemerintah Kota Banjar ke...
Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone baru saja merilis Armor 30 Pro, sebuah smartphone tangguh yang menggabungkan daya tahan luar biasa dengan teknologi terkini. Dirancang khusus untuk pengguna yang...
Pergerakan Tanah di Neglasari

Pergerakan Tanah di Neglasari Ciamis, Sejumlah Rumah dan Jalan Desa Alami Kerusakan

harapanrakyat.com,- Akibat adanya pergerakan tanah di Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, ruas jalan desa juga mengalami...