Langkaplancar, (harapanrakyat.com),- Puluhan ternak domba milik warga Desa Cimanggu, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, ditemukan mati diserang oleh sekelompok anjing hutan atau ‘Ajag’. Warga setempat kini sudah melakukan siaga untuk menangkal terjadinya kembali serangan dari hewan liar tersebut.
Warga setempat, Mustofa, mengatakan, serangan anjing hutan ini sangat sporadis menyerang ternak domba milik warga. Hewan ternak yang mati kebanyakan setelah digigit di bagian paha dan bagian dada. “ Selama dua bulan ini sudah ada sekitar 80 ekor domba mati akibat serangan anjing hutan tersebut,” katanya, kepada HR, Selasa (26/08/2014)
Hal senada disampaikan Boris, warga Dusun Cibeureum, Desa Cimanggu, Kecamatan Langkaplancar. Menurut dia, serangan anjing hutan yang paling parah terjadi di komplek Siragantang blok SMA. Di blok ini, kata dia, hampir setiap malam ternak domba milik warga mati akibat serangan anjing tersebut.
Untuk mengantisipasinya, lanjut Boris, warga setempat kini memberlakukan jaga malam. “Kita memberdayakan pemuda karang taruna untuk melakukan keliling kampung guna mengantisipasi anjing hutan kembali beraksi,” katanya.
Namun demikian, lanjut Boris, meski warga sudah berusaha melakukan jaga malam, namun serangan anjing hutan yang memangsa domba milik warga tetap saja terjadi. “ Kami juga kebingungan untuk menghentikan serangan anjing hutan ini. Dari data yang catat, sudah hampir 80 domba milik warga mati,” ujarnya.
Boris berharap, pihak pemerintah dan kepolisian membantu warga dalam menghentikan serangan anjing hutan tersebut. “Karena peristiwa ini sudah masuk kategori kejadian luar biasa. Apabila pemerintah dan kepolisian tidak membantu warga, dipastikan akan banyak lagi hewan ternak milik warga yang menjadi korban,” pungkasnya. (Ntang/Koran-HR)