Photo : Ilustrasi/ Net
Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Aksi corat-coret atau vandalisme di Kabupaten Ciamis, akhir-akhir ini tidak hanya dilakukan di dinding ataupun fasilitas umum saja, namun rambu-rambu lalu lintas juga menjadi sasaran aksi corat-coret orang tidak bertanggungjawab.
Riki (25), warga Rancah, belum lama ini, mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Ciamis secara periodik melibatkan para pelajar untuk membantu membersihkan bekas corat-coret tersebut.
Menurut Riki, banyak cara utuk menekan aksi vandalisme. Dengan kegiatan bersih-bersih dan melibatkan para pelajar, diperkirakan bakal menekan aksi tersebut. Dia optimis, dengan cara yang intensif aksi vandalisme tersebut dapat diminimalisir.
“Selain melalui tindakan represif, upaya preventif juga harus dilakukan,” katanya.
Lebih lanjut, Riki menuturkan, upaya represif dilakukan dengan menggelar patroli rutin. Jika ada pelaku aksi vandalisme tertangkap tangan, maka harus diproses dan diberi hukuman agar ada efek jera.
Tidak hanya itu, sambung Riki, melihat maraknya aksi vandalisme yang juga menyasar rambu lalin dan papan petunjuk arah jalan, dalam hal ini pihak pemkab atau dinas terkait harus melakukan upaya penyuluhan kepada para pemuda dan siswa sekolah.
Sebab, dari beberapa pelaku vandalisme yang berhasil tertangkap tangan oleh warga, kebanyakan justru dari kalangan pelajar SMP dan SMA. “Dinas terkait harus berupaya menggalakan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang larangan aksi vandalisme. Karena tindakan tersebut dapat melanggar hukum dan juga merusak keindahan,” ungkapnya. (Heri/Koran-HR)