Photo Ilustrasi
Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Beberapa hari jelang memasuki Bulan Ramadhan, pergerakan harga daging ayam potong mulai tidak terkendali. Saat ini, harganya sudah menembus sampai Rp 35 ribu perkilogram. Padahal sebelumnya, harga daging ayam hanya beriksari dibawah 30 ribu rupiah. Meski harganya sudah mulai meroket, sejumlah pedagang ayam di Pasar Pasar Manis Ciamis menyatakan stok maupun permintaan daging ayam masih terbilang normal.
Mulyadi, pedagang daging ayam di Pasar Manis, Senin (23/6/2014), menduga, kenaikan harga ayam diakibatkan oleh membengkaknya harga bibit ayam, pakanndan biaya transportasi yang harus ditanggung pengusaha peternakan ayam.
Kepada HR, Mulyadi menyebutkan, kenaikan harga daging ayam sudah terjadi sepanjang tiga hari belakangan ini. Akibat kenaiakan ini, dia terpaksa mengurangi stok daging ayam. “Awalnya satu kwintal, tapi sekarang dalam sehari paling hanya menyetok 80 kilogram. Kedepan, harganya pasti akan naik lagi, apalagi menjelang lebaran,” katanya.
Dede (40), konsumen, mengaku, membeli ayam potong untuk kebutuhan konsumsi keluarganya. Dia meyakini, kenaikan harga daging ayam di pasaran terjadi lantaran mengahadapi Bulan Suci Ramadhan.
Sementara itu, Kabid Usaha Peternakan, Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Ciamis, Otong Bustomi, menerangkan, kenaikan harga daging ayam disebabkan lantaran naiknya harga pakan dan biaya transportasi.
Selain itu, kata Otong, harga ayam potong juga cenderung mengalami peningkatan. Tetapi, pihaknya memastikan, sampai menjelang lebaran, stok ayam potong di Ciamis masih aman. ”Harga segitu masih terbilang normal, mengingat harga pakan ternak yang cenderung mengalami peningkatan. Itu juga sebagai dampak mahalnya bahan baku pakan ternak dan fluktuasi kurs dolar,” ucapnya. (DSW/Koran-HR)