Foto: Ilustrasi
Parigi, (harapanrakyat.com)
Meski Kabupaten Pangandaran sebagai daerah otonom baru (DOB), akan tetapi sektor pelayanan pendidikan, khususnya pendidikan bagi usia dini terus ditingkatkan.
Hal itu terbukti, dari semula hanya memiliki 22 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) saat ini telah bertambah menjadi 221 PAUD yang tersebar di 10 kecamatan.
Menurut Plt. Kepala Dinas Dikbudpora Kab Pangandaran, DR Drs H Nana Ruhena MM, dinas yang dipimpinnya pun terbilang masih berusia sangat muda yaitu, sepuluh bulan lebih tiga minggu.
“Penambahan tidak terjadi di PAUD saja. Saat ini kami memiliki TK sebanyak 108, SPS 8 dan Kober sebanyak 105. Inilah bentuk kesuguhan pihak Pemkab dalam meningkatkan pendidikan bagi usia dini,” ujarnya kepada HR di sela-sela acara pameran kreasi PAUD, Rabu (11/6).
Ajang pameran kreasi PAUD tersebut, menurut Nana, bertujuan untuk mengasah keterampilan anak didik. “Dengan begitu kita akan mengetahui kreatifas yang ada di anak didik. Mudah-mudahan ajang serupa akan kami gelar untuk tingkat SD dan MI,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Informal dan Nonformal, Tata S.Pd., M.Pd., mengatakan, materi pameran di acara tersebut merupakan kreasi dan hasil karya anak didik, dan tenaga pendidik PAUD se-Kabupaten Pangandaran.
“Peserta diikuti dari sepuluh kecamatan , dan Alhamdulillah semua ikut berpartisipasi. Acara ini digelar untuk satu hari,” jelasnya.
Pameran kreasi PAUD dibuka secara resmi oleh Bunda PAUD Kabupaten Pangandara, Rd. Hj. Neneng Heny Naffandy. Menurutnya, ajang tersebut tidak hanya sebagai pameran kreasi anak semata, tetapi juga merupakan ajang silahturahmi tenaga pendidik PAUD.
“Harapan saya yaitu pendidikan usia dini di Pangandaran bisa lebih ditingkatkan. Agar kelak sejak usia dini anak sudah dilatih untuk berkreatifitas,” ucapnya. (Madlani/R1/HR-Online)