Foto: Ilustrasi
Banjar, (harapanrakyat.com),-
Akhir-akhir ini kasus pencabulan, pelecehan, dan kekerasan terhadap anak dibawah umur banyak terjadi, sehingga meresahkan masyarakat, terutama para orang tua yang mempunyai anak kecil, baik perempuan maupun laki-laki.
Setelah kasus pencabulan pertama, terhadap anak perempuan berumur 4 tahun dan pelakunya masih melarikan diri, dan masih dalam pengejaran pihak Polsek Pataruman.
Tak lama berselang, kasus kembali terjadi menimpa siswi SMP yang dicabuli kekasihnya, pelaku berinisial AA (18) yang juga masih berstatus pelajar disalah satu SMK swasta di kota Banjar, warga dusun Cijurey, Desa Kujangsari, Kec. Langensari, kota Banjar.
Akibat perbuatan tersangka, korban mengalami pendarahan hebat, dan kini masih dirawat di RSUD kota Banjar. Dan tersangka telah diamankan pihak Polsek Langensari.
Rentetan peristiwa pencabulan terhadap anak dibawah umur, membuat para orang tua merasa khawatir. Sejumlah orang tua di kota Banjar dengan maraknya kasus pelecehan dan pencabulan, baik yang terjadi di lingkungan rumah dan lingkungan sekolah, mereka berharap adanya perlindungan maksimal dari semua kalangan.
Seperti dikatakan Ana Sukaesih (35), seorang ibu rumah tangga, warga kelurahan Karangpanimbal, bahwa dirinya merasa khawatir dengan meningkatnya kasus pelecehan dan pencabulan. “Jelas sangat khawatir dengan maraknya kejadian seperti itu. Sudah saatnya perlindungan terhadap anak harus semakin ditingkat disemua lingkungan,” tandasnya kepada HR, Selasa (13/05).
Menurut data P2TP2A kota Banjar, ada sejumlah kasus sepanjang tahun ini yang masuk dalam catatannya. Seperti dikatakan Hermadi, kasus pencabulan dan pelecehan terhadap anak bawah umur biasanya kerap melibatkan orang-orang terdekat sebagai pelakunya, seperti orang tua, saudara dekat dan tetangga. Mereka (pelaku) biasanya memiliki factor kelainan seksual.
“Kasus seperti ini kebanyakan pelakunya dari kalangan terdekat korban, sehingga rentan terjadi dan tidak terduga sebelumnya,” ujarnya. (Hermanto/Koran-HR)