Foto: Ilustrasi
Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis menghimbau petani agar mewaspadai serangan hama wereng batang coklat dan cuaca ekstrim karena bisa merusak tanaman padi. Pasalnya, di beberapa wilayah Kecamatan Rancah, pada musim tanam pertama (MT-1) hampir 10 hektar sawah mengalami gagal panen.
Kasie Serelia Tanaman Padi Distan Ciamis, Kisma Suardji, saat ditemui HR di ruang kerjanya, Senin (14/4/2014), membenarkan gagal panen yang menimpa beberapa areal pesawahan di Kecamatan Rancah. Kegagalan itu diakibatkan faktor cuaca ekstrim disertai serangan hama wereng batang cokelat.
Menurut Kisma, akibat serangan wereng batang coklat hasil panen kali ini mengalami penurunan. Padahal biasanya, panen padi MT1 rata-rata persatu hektare sawah produktif bisa menghasilkan 6,4 ton. sedangkan kali ini hanya 6 ton perhektare.
Kisma mengungkapkan, kecamatan yang paling parah pada musin tanam pertama yakni kecamatan Rancah. Karena hampir 10 hektare sawah mengalami gagal panen, sehingga pemerintah kehilangan sekitar 60 ton gabah.
“Satu-satunya cara antisipasi yaitu dengan penggunaan pestisida terkontrol. Petani dihimbau untuk menggunakan varietas benih unggul agar tidak mudah terserang hama,” katanya.
Dede (48), petani asal Rancah, mengatakan, panen kali ini mengalami penurunan akibat hama. Dalam kondisi normal, biasanya satu patok lahan sawah miliknya bisa menghasilkan 8 hingga 9 ton gabah. Tapi sekarang hanya 6,7 ton.
Kepada HR, Dede mengaku sudah melakukan upaya dengan penyemprotan pestisida. Tapi hasil yang didapat tidak bisa maksimal. Meski hasil panen turun, dia tetap bersyukur. Sebab gabah yang didapat kualitasnya cukup baik. Karena saat dijual laku dengan harga tinggi. (Heri/Koran-HR)