Banjar, (harapanrakyat.com),- Sejumlah pengelola hotel kelas melati di Kota Banjar mengeluhkan dengan maraknya razia yang dilakukan oleh aparat keamanan. Sebab, razia tersebut sangat berdampak terhadap jumlah kunjungan tamu yang selama ini mengalami penurunan drastis.
Hal itu diungkapkan Egas Supriatin (25), seorang petugas Hotel Sederhana yang terletak di kawasan Jembatan Viaduct. Dia mengatakan, dengan adanya razia, kenyamanan tamu hotel menjadi terganggu.
Egas menegaskan, tidak semua tamu yang menginap di hotel kelas melati mempunyai maksud akan berbuat mesum. Menurutnya, mungkin saja mereka terkendala dalam hal keuangannya yang hanya cukup untuk menginap di hotel murah dan sederhana.
“Jika hotel kelas melati terus dirazia, pasti tamu akan ketakutan dan merasa terganggu, sehingga hotel pun menjadi sepi,” keluh Egas, ketika ditemui HR di tempat kerjanya, Selasa (01/04/2014).
Hal yang sama juga dikatakan Tikno (55), petugas hotel kelas melati lainnya. Dia mengatakan, bila sedang ada razia di hotel, tamu yang tengah menginap sering merasa tidak nyaman.
“Kalau terus-menerus hotel kelas melati menjadi sasaran razia, maka tidak menutup kemungkinan lambat laun pasti gulung tikar. Jika sampai bangkrut, maka nasib kami sebagai pegawainya juga ikut merana karena nyari kerja itu susah,” katanya.
Diakui Tikno, razia yang dilakukan memang sudah menjadi kewenangan petugas keamanan, dalam hal ini Satpol PP. Namun, pihaknya berharap kepada petugas yang bersangkutan untuk tidak terlalu sering melakukan razia.
Sementara di lain tempat, Kepala Satpol PP Kota Banjar, Yayan Herdiaman, mengatakan, dalam dua bulan terakhir pihaknya tidak lagi melakukan razia ke hotel-hotel, khususnya hotel kelas melati.
“Kami selaku penegak Peraturan Daerah, sudah dua bulan terakhir ini tidak pernah melakukan razia, apalagi sekarang menjelang Pemilu,” ujar Yayan.
Hal sama juga dikatakan Kasat. Sabhara Polres Kota Banjar, AKP. Hermanto. Dia mengatakan, bahwa selama kurang lebih dalam tiga bulan ini dirinya tidak memerintahkan anggotanya untuk melakukan Razia Pekat ke hotel-hotel. Adapun jika mendatangi hotel, itu hanya patroli biasa untuk mengontrol situasi keamanan di lokasi hotel dan sekitarnya.
“Jika ada oknum petugas yang macam-macam, saya minta segera laporkan saja, lantaran ini bisa merusak citra nama baik institusi kepolisian,” katanya. (Hermanto/R3/Koran-HR)