Ciamis, (harapanrakyat.com),- Menyusul terjadinya pergerakan tanah akibat tanah labil, membuat puluhan warga Dusun Setiamulya RT 37/RW 15, Desa Sindangsari, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, terpaksa harus direlokasi ke tempat lain. Dampak dari pergerakan tanah tersebut, juga mengakibatkan rumah mereka mengalami retak- retak dan kini terancam ambruk.
Selain kondisi tanah labil, juga kondisi cuaca yang terus menerus diguyur hujan dikhawatirkan dapat memperburuk nasib puluhan warga tersebut.
Kepala Desa Sindangsari, Kecamatan Cikoneng, Toto, mengatakan, puluhan warganya untuk sementara mengungsi ke tempat lain. Mereka lebih memilih tinggal di rumah saudaranya. Sebab, kondisi rumah mereka yang mengalami retak-retak, saat ini sudah semakin mengkhawatirkan.
“Jika warga tetap bertahan di rumahnya, ditakutkan rumah mereka tiba-tiba ambruk akibat cuaca yang terus menerus diguyur hujan lebat,” ujar Toto, kepada HR, Rabu (13/03/2014).
Sementara itu, warga setempat, Otong (51), menjelaskan, setelah beberapa hari kemarin diguyur hujan lebat, membuat retakan tanah semakin hari semakin lebar.
“Retakan tanah itu ternyata berimbas pada dinding tembok rumah yang juga mengalami retak. Semula retakan pada dinding tampak kecil, kini jadi semakin melebar. Begitu juga retakan tanah di pekarangan rumah, yang semakin hari mulai terlihat jelas adanya pergerakan tanah, “ ungkapnya.
Otong menambahkan, dirinya kaget ketika suara retakan tembok bergeser terdengar jelas. Saat tembok mengalami retak, diawali dari adanya pergerakan tanah yang terasa bergetar mirip terjadi gempa bumi.
“Tembok yang tadinya retak kecil, kini jadi menganga membesar. Kondisi itu membuat kami panik, karena khawatir rumah akhirnya ambruk,” pungkasnya. (Her/R2/HR-Online)