Sejumlah karyawan PD Melati, tengah sibuk mengepak keripik pisang dengan berbagai kemasan, untuk pesanan ke sejumlah grosir di Jakarta. Photo : Edji Darsono/ HR
Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Seiring pertumbuhan ekonomi dan penduduk, usaha produksi makanan ringan memang tak ada matinya. Salah satunya PD Melati, produsen kripik pisang di Dusun Ciawitali, Desa Selacai, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Sampai saat ini, PD Melati masih menyuplai kripik pisang ke sejumlah grosir di wilayah Jakarta.
Edi, pemilik PD Melati, pekan lalu, mengatakan, menggeluti usaha kripik pisang termotivasi karena bahan baku pisang begitu melimpah di daerahnya. Menurutnya, pisang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi, apalagi bila sudah diolah.
Bagi para pemodal kecil, kata Edi, memproduksi keripik pisang bisa menjadi solusi tepat untuk membuka usaha olahan makanan. Pasarnya pun masih potensial. Diakuinya meski dengan modal kecil, usaha produksi keripik pisang yang digelutinya sejak 12 tahun silam itu, mampu mempertahankan eksistensinya sebagai penyuplay sejumah grosir.
Untuk pemasaran, PD Melati awalnya menyasar beberapa tempat, seperti toko-toko maupun supermarket di bilangan Bandung dan Jakarta. Namun, karena stok lumayan banyak, keripik pisang hasil produksinya bisa masuk ke grosir-grosir. Sedikitnya ada 14 grosir di wilayah Jakarta yang rutin disuplai.
Edi, menambahkan, keripik pisang merupakan makanan ringan atau camilan yang cukup diminati masyarakat. Selain harga yang cukup terjangkau bagi kalangan menengah ke bawah, jenis keripik pisang juga sangat beragam.
Untuk menggaet pelanggan, keripik diolah dengan berbagai macam rasa dan dikemas dalam bentuk yang menarik. Edi, menambahkan, keripik pisang buatannya dikemas dalam ukuran berbeda, begitu juga dalam rasa tergantung segmen pasar. (dji/Koran-HR)