Banjar, (harapanrakyat.com),- Bangunan gedung Pusat Dakwah Islam (PUSDAI) yang lokasinya berada di lingkungan Terminal Bus Banjar, diduga kerap dijadikan tempat mesum oleh sejumlah pasangan anak-anak remaja.
Hal itu terbukti dengan ditemukannya beberapa kondom bekas pakai di sekitar bangunan gedung yang belum dirampungkan pembangunannya, dan masih dibatasi oleh pagar bilik bambu. Meski begitu, namun mudah untuk dilewati lantaran bilik dari anyaman bambu itu sudah banyak yang lapuk.
Ditemukannya kondom bekas di sekitar taman dan bangunan gedung PUSDAI membuat kita untuk membuka mata lebar-lebar, bahwa tidak bisa dipungkiri di Kota Banjar ini kelakuan sebagian remaja sudah melebihi batas wajar.
Seperti diungkapkan Warif (37), salah satu petugas di Pos TPR Terminal Bus Banjar. Menurutnya, hampir setiap malam taman di sekitar gedung PUSDAI sering dikunjungi pasangan muda-mudi yang akan berpacaran.
Mungkin lantaran di hotel kelas melati sering ada razia, maka pasangan remaja itu mencari tempat-tempat sepi dan agak gelap, seperti di belakang pagar bilik bambu sekitar bangunan gedung tersebut.
“Kelakuan remaja sekarang sudah melewati batas wajar, sehingga di tempat-tempat umum pun mereka sudah tidak malu untuk melakukan perbuatan mesum,” kata Warif, kepada HR, Senin (24/02/2014).
Pendapat serupa juga dikatakan Rahlan (50), seorang pengurus bus di Terminal Banjar. Menurut dia, dalam menyikapi permasalahan ini pemerintah harus cepat bertindak. Jangan sampai taman di sekitar bantaran Sungai Citanduy yang tujuannya untuk memperindah kota, serta gedung PUSDAI yang belum difungsikan itu malah disalahgunakan menjadi tempat mesum oleh sebagian para remaja.
“Efeknya supaya tidak dijadikan tempat mesum, maka di sekitaran gedung maupun taman bantaran Citanduy harus ada penjagaan, sehingga tidak ada lagi orang yang berbuat negatif di lokasi tersebut,” kata Rahlan.
Menyikapi permasalahan itu, Wakil Ketua DPRD Kota Banjar, Nana Suryana, mengaku merasa prihatin. Terlebih gedung yang nantinya akan difungsikan untuk kegiatan keagamaan, kini malah dijadikan tempat berbuat negatif.
“Sungguh sangat ironis, gedung yang nantinya akan digunakan untuk kegiatan agama, namun sebelum difungsikan malah diduga sering dijadikan tempat mesum,” ujarnya.
Menurut Nana, jika malasalah ini terus berlanjut, maka akan mencoreng citra Kota Banjar dan masyarakat pun menjadi meresah, terutama para orang tua yang mempunyai anak remaja. Dia meminta supaya hal ini menjadi perhatian serius dari semua elemen, khususnya kepada praktisi pendidikan dan para orang tua.
“Saya berharap Satpol PP melakukan razia pada malam hari, dan pengawasan secara optimal di area-area yang kerap dijadikan tempat mojok para remaja,” kata Nana.
MUI Prihatin Bejatnya Moral Generasi Muda Sekarang
Ditemui terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjar, Kyai H. Munawir Abdulrohim, MA., mengaku sangat prihatin dengan akhlak dan moral para generasi muda di jaman sekarang.
Dari mulai gaya bergaul, banyak kalangan anak remaja yang dinilai sudah jauh meninggalkan norma-norma agama. Bahkan lebih memprihatinkan lagi para remaja tersebut masih berstatus sebagai pelajar.
Menurut dia, adanya pelacuran serta seks bebas di kalangan pelajar adalah murni bejatnya moral dan akhlak para remaja saat ini. Permasalahan tersebut tentunya menjadi tanggung jawab bersama, baik orang tua, lingkungan, sekolah, dunia pendidikan, serta Pemerintah Kota Banjar sendiri.
“Saya sangat prihatin dengan kelakuan sejumlah remaja saat ini. Seharusnya pemerintah mengagendakan di setiap sekolah tentang pembekalan dan sosialisasi pentingnya ilmu agama, seperti siraman rohani serta pembinaan akhlak dan moral,” ujar Munawir, ketika ditemui HR, Selasa (25/02/2014).
Dia pun menambahkan, pemerintah dan aparat kepolisian harus melakukan langkah-langkah konkrit untuk mengatasinya. (Hermanto/Koran-HR)