Photo : Ilustrasi / Net
Banjar, (harapanrakyat.com),-
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjar, Jawa Barat, rencananya baru akan merilis hasil sensus pertanian tingkat lanjutan, pada pertengahan tahun 2014. Menurut Kepala BPS Kota Banjar, Dra. Hj. Enung Asih Gandirum, MP, Kamis (30/1/2014), karena saat ini BPS masih melakukan sensus pertanian tingkat lanjutan.
Dalam buku ‘Angka Sementara Hasil Sensus Pertanian 2013’ yang diterbitkan BPS Kota Banjar, Enung menjelaskan, Sensus Pertanian 2013 (ST2013), merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan BPS setiap 10 tahun sekali sejak 1963.
Menurut dia, pelaksanaan ST2013 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang statistik dan mengacu pada sejumlah rekomendasi dari FAO, yang menetapkan ‘The World Programme for the 2010 Around Agricultural Censuses Covering Periode 2006-2015’.
Pelaksanaanya, tulis Enung, dilakukan secara bertahap. Mulai pencacahan lengkap usaha pertanian pada Bulan Mei 2013, dilanjutkan dengan pendataan rinci melalui survei pendapatan rumah tangga usaha pertanian pada Bulan November 2013, survei struktrur ongkos komoditas pertanian strategis dalam setiap subsektor pertanian pada Bulan Mei-Oktober 2014.
Buku yang diterbitkan BPS ini, lanjut Enung, disusun untuk memberi gambaran awal hasil ST2013, mengenai jumlah rumah tangga usaha pertanian, jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum, serta jumlah usaha pertanian selain perusahaan pertanian berbadan hukum dan rumah tangga di Kota Banjar.
Berdasarkan angka sementara hasil pencacahan lengkap ST2013, jumlah usaha pertanian di Kota Banjar sebanyak 16,1 ribu dikelola oleh rumah tangga. Sebanyak 5 usaha dikelola oleh perusahaan pertanian berbadan hukum, dan 24 lainnya dikelola oleh selain rumah tangga dan perusahaan berbadan hukum.
Kecamatan Langensari, Pataruman dan Banjar merupakan tiga kecamatan dengan urutan teratas yang mempunyai jumlah rumah tangga usaha pertanian terbanyak. Masing-masing, 7.715 rumah tangga, 4.258 rumah tangga, dan 2.858 rumah tangga.
Sedangkan Kecamatan Purwaharja merupakan wilayah yang paling sedikit jumlah rumah tangga usaha pertaniannya, yaitu sebanyak 1.304 rumah tangga. Sementara itu, jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum terbanyak berlokasi di Kecamatan Banjar dan Langensari. Dua perusahaan di Kecamatan Banjar, dua lainnya di Kecamatan Langensari, satu di Kecamatan Pataruman.
Untuk jumlah perusahaan tidak berbadan hukum atau bukan usaha rumah tangga terbanyak, terdapat di Kecamatan Purwaharja. Di wilayah ini, terdapat sebanyak 10 unit. Dan paling sedikit di Kecamatan Banjar, yaitu sebanyak 3 unit.
Kemudian, pelaksanaan pendataan sapi potong, sapi perah dan kerbau (PSPK) 2011, populasi sapi dan kerbau hasil PSPK di Kota Banjar mencapai 1.157 ekor. Sementara dari hasil sensus pertanian 2013, populasi sapi dan kerbau mencapai 1.297 ekor.
Apabila dirinci menurut wilayah, kecamatan yang memiliki sapi dan kerbau paling banyak adalah Kecamatan Pataruman dengan populasi sebanyak 374 ekor. Kecamatan Langensari 339 ekor, Kecamatan Banjar 298 ekor, dan Kecamatan Purwaharja 286 ekor.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Koperasi Petani Agropolitan Sumber Alam (ASA) Kota Banjar, Yudho Hernowo, menyebutkan, setiap pembangunan, termasuk pula pembangunan di bidang pertanian, memerlukan perencanaan yang matang dan teliti, berdasarkan atas angka-angka statistik yang lengkap, aktual dan dapat dipercaya.
Yudho berharap, angka-angka statistik yang diterbitkan BPS Kota Banjar dapat memberi solusi dan pencerahan bagi berbagai kalangan, baik pemerintah maupun swasta sebagai bahan untuk membuat kebijakan dan evaluasi program pembangunan bidang pertanian. (Deni/Koran-HR)