Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler dari pemerintah pusat tahap IV, sampai saat ini belum juga cair. Alhasil, sejumlah Kepala Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat kelabakan memenuhi kebutuhan operasional sekolah. Bahkan, diantara mereka terpaksa mencari pinjaman ke pihak lain.
Kepala SDN 3 Selamanik, Asep Saripudin, S.Pd., Selasa (28/1/2014), melalui telepon genggamnya, membenarkan kondisi yang dialami sejumlah sekolah di Cipaku.
“Saat ini sekolah kesulitan masalah keuangan, karena BOS belum cair,” katanya.
Asep menuturkan, dana BOS sangat menopang operasional kegiatan sekolah. Biasanya, kata dia, dana BOS cair setiap triwulan, pada minggu pertama. Berhubung BOS belum juga cair, sekolah harus berhutang untuk menopang operasional.
“Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meski harus ngutang terlebih dahulu kepada pihak ketiga,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Lili Rosmala, SPd.I., Guru di SDN 1 Bangbayang, di ruang kerjanya, menuturkan, pencairan dana BOS dari pusat, mekanismenya dilakukan setiap triwulan sekali. Jumlah nominalnya berbeda, tergantung dari jumlah siswa di masing-masing sekolah.
“BOS tahap ke empat atau tahap terakhir, sampai saat ini belum cair. Padahal, sekolah sangat membutuhkan dana itu, untuk menunjang kegiatan belajar mengajar,” katanya.
Terlebih, imbuh Lili, dana tersebut sebagian besar dialokasikan untuk honor guru sukwan (Sukarelawan). Meski begitu, sekolah mampu mengantisipasinya. Sekolah tetap berharap, Pemerintah Kabupaten Ciamis membantu penyaluran dana BOS dari pusat itu agar bisa segera dicairkan.
“Agar tidak menghambat KBM, maupun pembayaran honor tenaga sukwan,” pungkasnya. (dji/Koran-HR)