Foto: Ilustrasi/Istimewa Net
Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Kerap terungkapnya kasus pencabulan anak di bawah umur di Kabupaten Ciamis, yang sepanjang tahun 2013 tercatat sedikitnya 17 kasus yang sudah ditangani oleh pihak kepolisian, membuat prihatin sejumlah kalangan, tak terkecuali Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat dari Dapil X (Ciamis, Banjar, Kuningan), Didi Irawadi Syamsudin.
Didi menegaskan, tingginya angka kriminal kasus pencabulan di Ciamis selama tahun 2013, tampaknya berbanding terbalik dengan kondisi masyarakatnya yang dikenal religius.
“Terus terang, saya prihatin setelah mengamati tingginya angka kasus pencabulan di Ciamis. Kita pun meminta polisi jangan hanya menindak pelakunya saja, tetapi harus ada koordinasi lintas sektoral untuk memulihkan korban yang notabane masih anak di bawah umur,” katanya, saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Ciamis, Senin (06/01/2014).
Menurut Didi, untuk memberikan efek jera terhadap pelaku pencabulan, juga harus disesuaikan dengan dampak yang akan ditimbulkan oleh korban. “Kalau akibat perbuatan pelaku hingga merusak masa depan korban, saya setuju jika pelaku dihukum seberat-beratnya,” tandasnya.
Didi juga mengatakan, pemerintah masih terkendala anggaran untuk menyediakan rumah aman untuk pemulihan korban pencabulan pasca trauma. “Namun, hal itu bukan dijadikan alasan untuk tidak memperhatikan korban pencabulan. Yang terpenting, bagaimana bisa memberikan bantuan pemulihan psikis untuk korban. Intinya, masa depan korban harus bisa diselamatkan,” pungkasnya. (Her/R2/HR-Online)