Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pangandaran, berseteru dengan Penjabat Bupati. Perseteruan itu dipicu lantaran PGRI merasa difitnah telah melaporkan kinerja Penjabat Bupati ke Gubernur Jawa Barat, pada acara evaluasi kinerja Penjabat Bupati, Minggu lalu.
Ketua PGRI Pangandaran, Saprudin HN, mengakui, perselisihan pihaknya dengan Penjabat Bupati memang belum ada penyelesaian. Bahkan, PGRI sudah tiga kali melayangkan surat untuk bertemu dengan Penjabat Bupati.
“Ketegangan antara PGRI dan Penjabat Bupati berawal pada (25/12/2013) lalu. Saya mendapat telepon dari Penjabat Bupati dengan nada marah,” katanya.
Dalam percakapan itu, kata Saprudin, Penjabat Bupati mengaku mendapat informasi, bahwa PGRI berkirim surat kepada Gubenur. “Hallo Saprudin, saya dapat informasi saudara mengirim surat ya ke Gubernur? Dan menilai kinerja saya kurang baik. Jika PGRI mau bermain politik, jadi partai sekalian, nanti saya pecat sekalian,” kata Saprudin menirukan kata-kata Penjabat Bupati.
Saprudin mengaku, pihaknya merasa tidak melaporkan atau membuat surat atas nama PGRI, kepada Gubenur. Apalagi menjelek-jelekkan kinerja Penjabat Bupati. Dia berharap, kesalahpahaman tersebut bisa segera berakhir.
“Jadi masa seorang Bapak tidak mau memaafkan anaknya jika itu salah. Sementara ini belum jelas siapa orangnya yang mengatasnamakan PGRI Kabupaten Pangandaran yang telah berani membuat surat kepada Gubernur. Ada pihak pihak lain yang mau memperkeruh PGRI dengan Penjabat Bupati pangandaran,” sesal Saprudin.
Ditemui terpisah, Penjabat Bupati Pangandaran, Drs. Endjang Naffandi, mengatakan, apa yang disampaikan Saprudin tersebut tidak benar. Menurut dia, sambungan telepon antara dirinya dengan Saprudin sifatnya person, dan hanya ingin mengklarifikasi.
“Saya bilang, Pak Saprudin apakah benar PGRI mengirim surat ke Gubernur dengan tuduhan kinerja saya kurang bagus ? Kan saya dengan nada sopan dan santun. Itupun sifatnya hanya klarifikasi. Adapun tuduhan bahwa saya berkata kasar itu tidak benar. Saya minta, tolong permasalahan ini jangan terlalu dibesar-besarkan,” papar Endjang.
Endjang menuturkan, dirinya ingin mengklarifikasi kejadian itu. Dia juga sudah menerima surat, tertanggal (31/12/2013). Isinya, permohonan audiensi dari PGRI, yang meminta digelar pada pukul 14.00 WIB. Sayangnya, setelahnya ditunggu-tunggu sampai pukul 16.00 WIB, pihak PGRI tidak juga datang.
“Mekanisme yang berjalan di sini kan kalau ada yang mau menggelar audiensi, jawabannya cukup dikontak via Handphone. Kok ini malah berkelit dengan alasan tidak ada surat resmi balasan dari pihak Pj Bupati. Kan selama saya bersedia dan ada waktu, siapapun saya terima dengan baik,” ujarnya.
Informasi terakhir yang diperoleh HR, PGRI Pangandaran sudah melakukan pertemuan dengan Penjabat Bupati, Endjang Naffandi, Rabu (29/01/2014). Hasilnya, keduabelah pihak bersepakat islah dan saling memaafkan serta meluruskan persoalan yang terjadi. Namun, hingga berita ini diunggah, HR belum mendapat keterangan lebihlanjut dari keduabelah pihak. (Mad/Koran-HR/R2/HR-Online)