Ciamis, (harapanrakyat,com),- Kerupuk merupakan sajian panganan pelengkap hidangan segala macam jenis makanan. Bahkan makanan ringan ini kerap dijadikan sebagai cemilan pengisi waktu luang. Tak heran pabrik rumahan pengasil kerupuk ‘Bogarasa’ mampu menghasikan tonan babanggi (kerupuk mentah) untuk dipasarkan hingga ke pulau Batam.
Elon Dahlan, pemilik perusahaan, beberapa waktu lalu bercerita, dirinya menjalani usahanya berawal dari rasa optimis, dan meyakini Pulau Batam memiliki potensi sehingga layak untuk dijadikan wilayah pemasaran.
Terlebih, di Pulau Batam masih jarangnya orang yang berjualan, sehingga kerupuk terbilang langka. Dengan keyakinan itu, tanpa ragu lagi sejak 7 tahun silam, dia merintis usaha untuk berjualan kerupuk. Meski, pada waktu itu barang mentahnya disuplai dari perusahaan lain.
Rasa optimis yang dimiliki ternyata tidak sia-sia. Elon bisa membuahkan hasil. Seiring dengan waktu, omzet penjualannya terus meningkat. Diapun mampu memproduksi sendiri, dan tidak bergantung perusahaan lain.
Saat ini, dalam sebulan Elon mampu memproduksi mentah (babanggi) antara 10 hingga 15 ton. kerupuk mentah hasil produksinya selalu laku terjual. Jenis kerupuk hasil produksinya berwarna putih atau biasa disebut lempit.
Elon menuturkan, sejak dahulu tidak pernah ada nama resmi bagi kerupuk hasil produksinya. Dia memastikan, kerupuk buatannya mudah didapatkan dari warung kelontongan, ataupun restauran. “Adapun nama Bogarasa, itu nama perusahaan,” katanya.
Kepada HR, Elon menyebutkan, saat ini dia memiliki 15 orang pedagang keliling dan 5 pegawai khusus yang ditempatkan di Pulau Batam. Dan 10 orang karyawan yang bertugas di bagian produksi di pabrik miliknya, di Lumbung. (dji/Koran-HR)