Banjar, (harapanrakyat.com),- Menyongsong pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tanggal 1 Januari 2014 mendatang, semua petugas kesehatan harus meningkatkan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada paradigma sehat yang dilaksanakan berjenjang dan terstruktur, untuk melayani serta memberikan yang terbaik kepada masyarakat.
Hal itu ditegaskan Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, SIP., M.Si., dalam acara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-49 dan Hari AIDS Sedunia (HAS) tahun 2013, di Aula Setda Kota Banjar, Senin (16/12).
Lebih lanjut dia mengatakan, sebetulnya sejak berdiri Kota Banjar pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan yang mendukung adanya sistem jaminan kesehatan gratis di Puskesmas, jaminan pelayanan kesehatan daerah (Jamkesda), bantuan rujukan ke RS Hasan Sadikin. Serta dukungan bagi pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat dan jaminan persalinan (Jampersal).
“Untuk mendukung terhadap penyelenggaraan JKN tersebut, pemerintah kota juga telah menyiapkan fasilitas kesehatan, pemenuhan tenaga kesehatan, keseiapan manajerial dan kesiapan masyarakat. Upaya ini merupakan tugas besar kita dengan semangat pengabdian melayani dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Walikota juga mengatakan, peringatan HAS dalam setiap tahunnya merupakan sebuah momentum yang sangat baik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang HIV dan AIDS. Dimana jumlah HIV-ADIS di Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat ke 3 terbanyak se-Indonesia.
Demikian pula kasus HIV-AIDS di Kota Banjar dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Tercatat hingga November 2013 jumlahnya meningkat menjadi 61 kasus, yang terdiri dari penularan melalui hubungan seksual, penularan ibu ke anak, dan pengguna narkoba jarum suntik.
Walikota sekaligus sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjar itu, juga mengajak kepada semua pihak untuk meningkatkan kinerja dalam upaya pencegahan melalui peningkatan pengetahuan, serta kesadaran masyarakat dengan memanfaatkan momentum yang ada.
Kemudian, memastikan seluruh populasi kunci dan beresiko mendapatkan informasi yang tepat mengenai HIV-AIDS, serta menjalankan prilaku aman agar tidak tertular virus tersebut. Memastikan ODHA memiliki kemudahan akses layanan kesehatan yang dibutuhkan, dan memastikan seluruh elemen KPAD menjalankan perannya.
“Kami berharap peringatan HKN dan HAS tahun ini menjadi kewaspadaan bersama dalam melaksanakan pencegahan HIV-AIDS supaya tidak ada lagi penularan HIV-AIDS baru, tidak ada lagi kematian akibat AIDS, dan tidak ada lagi stigma dan diskriminasi di Kota Banjar,” tegas Hj. Ade Uu Sukaseih.
Dia menambahkan, peringatan HKN dan HAS juga harus menjadi momentum untuk refleksi tentang apa yang dapat diberikan bagi kesehatan dan kesejehteraan masyarakat Kota Banjar. Dengan demikian, perlu adanya kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan bekerja tuntas guna mencapai sasaran pembangunan dengan mengutamakan promotif dan perventif. (Eva/Koran-HR)