Wakil Walikota Banjar, drg. H. Darmadji Prawirasetia, M.Kes., didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Banjar, Ir. H. Ojat Sudrajat, MM., tengah melakukan penanaman pohon dalam kegiatan HMPI dan GPTPP tingkat Kota Banjar tahun 2013, Selasa (9/12). Foto : Eva Latifah/HR
Banjar, (harapanrakyat.com),-
Guna mendukung program Pemerintah Pusat, Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, mengalokasikan anggaran DAK bidang Kehutanan tahun anggaran 2013 untuk melaksanakan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Banjar, Ir. H. Ojat Sudrajat, MM., mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut sebagai upaya gerakan moral bagi seluruh masyarakat untuk dapat berperan serta dalam upaya pengendalian lingkungan, dan daya dukung bagi kehidupan.
“Dalam penghijauan lingkungan itu, salah satunya kami bekerja sama dengan TP PKK Kota Banjar melalui fasilitasi pengadaan bibit tanaman kayu-kayuan dan buah-buahan, yang dilaksanakan di seluruh desa dan kelurahan,” kata Ojat, saat ditemui HR usai kegiatan pencanangan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Gerakan Perempuan Tanam Pelihara Pohon (GPTPP) tingkat Kota Banjar tahun 2013, di SMP Negeri 10 Banjar, Selasa (9/12).
Dia menyebutkan, fasilitasi bibit tanaman tidak hanya dialokasikan dari anggaran pemerintah saja, tetapi ada pula partisipasi dari pihak swasta, yakni PT. Berkat Karunia dan CV. Berkat Karunia Kota Banjar.
Secara akumulatif sampai dengan bulan November 2013, telah tercatat sebanyak 129.200 batang bibit tanaman kayu-kayuan dan buah-buahan yang sudah di tanam di Kota Banjar.
“Kami berharap, bibit tanaman yang telah tersalurkan ke masyarakat bukan hanya bisa ditanam saja, namun dapat dipelihara, dan pada waktunya bisa dimanfaatkan sesuai potensinya,” harap Ojat.
Di tempat yang sama, Wakil Walikota Banjar, drg. H. Darmadji Prawirasetia, M.Kes., mengatakan, pembangunan di Kota Banjar harus berwawasan lingkungan, jangan sampai mengorbankan lahan produktif.
“Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, kini banyak bangunan perumahan dan pergudangan yang menggunakan lahan produktif. Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat supaya ikut serta menanam pohon. Apalagi kalau menanam bibit tanaman buah-buahan, itu nantinya bisa untuk memenuhi kebutuhan lokal, sehingga kedepan kita tidak perlu lagi impor buah-buahan,” kata Darmadji. (Eva/R3/HR-Online)