Ciamis, (harapanrakyat.com),- Menjamurnya Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Manis Ciamis membuat sejumlah pedagang yang menempati kios di dalam pasar mengeluh. Pasalnya, dengan keberadaan PKL tersebut, selain membuat estetika pasar tampak semraut, juga hampir mematikan pedagang resmi yang berada di dalam pasar.
Didi Fahrul (40), pedagang kios Pasar Manis Ciamis, mengatakan, belakangan tampak sekali peningkatan jumlah PKL yang ikut berdagang di kawasan Pasar Manis Ciamis. PKL itu menjajakan dagangannya di pintu masuk pasar sampai lorong dalam pasar.
“Semakin banyak PKL, membuat jalan masuk ke pasar semakin sempit. Ditambah pula dagangan yang dijual oleh PKL itu hampir sama dengan barang dagangan yang berada di kios resmi, “ ujar Didi, kepada HR, Minggu (17/11).
Menurut Didi, semakin banyak PKL yang ikut berdagang di Pasar Ciamis, ditambah barang dagangan yang dijajakan PKL hampir sama dengan yang dijual di kios, terasa sekali terjadi penurunan omset penjualan dagangannya.
“PKL bisa menjatuhkan harga lebih rendah dari harga yang dijual di kios kami, karena mereka tidak dibebani retribusi kios dan pembayaran lainnya. Sedangkan kami banyak pengeluaran yang dibebankan pemerintah, karena kami ini pedagang resmi,” ujarnya.
Didi menambahkan, bukannya pedagang kios tidak mau bersaing dengan PKL, tetapi secara logika pun tidak mungkin bisa bersaing dengan PKL.
“Karena PKL enak berjualan tanpa adanya beban retribusi, sewa kios atau beli kios. Pengeluaran mereka tidak seberapa, makanya berani membanting harga rendah. Kalau kami harus menurunkan harga seperti PKL, ya repot bisa-bisa kami bangkrut,” tegasnya.
Didi berharap Pemkab Ciamis segera mencari solusi untuk menertibkan PKL yang semakin hari membuat pedagang kios kelabakan. Selain dari persoalan persaingan, juga dengan menjamurnya PKL membuat Pasar Ciamis semakin semraut.
“Tidak sedikit pelanggan kami yang mengeluh akibat sulit masuk pasar, karena harus antri dan berdesakan. Hal itu terjadi karena dari pintu masuk sampai lorong dalam pasar di penuhi PKL,” ujarnya.
Didi menegaskan, apabila Pemkab Ciamis tidak segera melakukan penataan pasar, khusus menertibkan PKL yang semakin menjamur, dirinya khawatir banyak pedagang kios yang akhirnya gulung tikar. “Selain karena bersaing dengan PKL, juga khawatir calon pembeli enggan belanja ke pasar, akibat dari semraut yang mengakibatkan kumuh,” pungkasnya. (Her/R2/HR-Online)