Padaherang, (harapanrakyat.com),- Ratusan pengrajin bata di Blok Neglasari dan Blok Cibadak, Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, mengeluh, lantaran curah hujan semakin hari kian tinggi. Akibatnya, kegiatan produksi bata merah menjadi terhambat, karena proses pengeringan jadi tertunda.
Yanto (57), pengrajin bata setempat, Kamis (22/11), membenarkan hal itu. Menurut dia, memasuki musim penghujan, hampir semua pengrajin mengeluhkan hal yang serupa. Di saat kemarau, proses produksi bata bisa dilakukan dengan cepat, karena pengeringan tidak membutuhkan waktu yang lama.
“Jika hujan seperti ini, bata yang sudah kami buat jadi sulit dikeringkan. Akan memakan waktu,” ungkapnya.
Sementara itu, Yayan (18), pengrajin bata lainnya, mengatakan, dalam sehari biasanya bata yang diproduksi mencapai 2500 buah. Tapi, saat musim hujan, produksi menurun drastis, menjadi 1000 sampai 1500 buah.
Namun demikian, curah hujan yang mengguyur wilayah Paledah tersebut, ternyata tidak mempengaruhi harga bata di tingkat bandar atau pengrajin. (ntang/R4/HR Online)