Safrudin, Ketua PGRI Kabaupaten Pangandaran terpilih, berpoto bersama dengan sejumlah praktisi pendidikan dan Pengurus PGRI Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran, seusai acara Konkerkab Pangandaran, di Pangandaran, Minggu (29/9) lalu. Foto: Madlani/HR
Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Safrudin HN, S.Pd,MM akhirnya terpilih menjadi Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pangandaran, dalam acara Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) Kabupaten Pangandaran, yang digelar Minggu (29/9) lalu, di Hotel Sinar Rahayu Pangandaran.
Acara konferensi tersebut dihadiri oleh Ketua PGRI Propinsi, Pj Bupati Pangandaran, PGRI Ciamis, Plt Kadisdikpora Kab Pangandaran, serta Kepala UPTD Disdikpora se Kabupaten Pangandaran.
Ketua Penyelenggaran konferensi, Dedi Kusmana, menyatakan, perserta yang hadir dalam konferensi mencapai angka 100 persen. 10 cabang sekabupaten Pangandaran yang terdiri 3 orang perwakilan ditambah dari 93 ranting atau 186 orang, total peserta mencapai 216 orang.
Menurut Dedi, semua peserta yang hadir, mayoritas mengusung nama Safrudin HN untuk dijadikan Ketua PGRI Kabupaten Pangandaran, kecuali PGRI Cabang Cimerak yang mengusung Usep Efendi.
Ketua PGRI Propinsi Jawa Barat, H. Edi Parmadi, M.MPd, menyampaikan, penyusunan dan pembentukan pengurus PGRI Kabupaten Pangandaran menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Pangandaran.
Edi berharap, organisasi PGRI bisa bersinergi dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran. Poin utama yang perlu dijunjung tinggi adalah solidaritas dan kebersamaan antar guru atau tenaga pendidik.
Mengenai keuangan dan laporan anggaran, kata Edi, sampai dengan Bulan Desember nanti, PGRI Kabupaten Pangandaran masih menginduk ke PGRI Kabupaten Ciamis. Kemudian, menurut AD ART bab XXIX pasal 98, minimal iuran anggota PGRI Rp. 4000,- perbulan.
“Dengan pendistribusian 10 persen, 20 persen pengurus Provinsi, 30 persen Pengurus Kabupaten, 40 persen untuk pengurus Cabang dan ranting. Dan PGRI mensosialisasikan tentang iuran LKBH sebesar Rp. 1000 yang berlaku mulai tgl 1 Januari 2014,” katanya.
Pj. Bupati Pangandaran, Enjang Naffandi, dalam sambutannya, mengatakan, acara tersebut sangat bermakna dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dan pembentukan organisasi PGRI menjadi tonggak sejarah kepengurusan organisasi guru di Kabupaten Pangadaran.
“Sebagai organisasi profesi, peran PGRI sangat banyak dan kiprahnya untuk pengembangan pendidikan. Kedepan, organisasi ini bisa terus meningkatkan peran aktif kualitas dan kuantitas sebagai organisasi profesi persembahkan untuk masyarakat pangandaran,” katanya.
Menurut Enjang, pihaknya akan menetapkan peraturan Bupati dengan pola pengembangan karier, khususnya di lingkungan Pendidikan untuk memacu kinerja yang lebih berkualitas, jelas, transparan dan akuntabel.
Plt. Kadisdikbudpora Kabupaten Pangandaran, Nana Ruhena, mengatakan, kedepannya PGRI punya agenda untuk membantu Disdipora dalam upaya pengembangan sekolah pariwisata di Pangandaran.
Dalam acara itu, Nana juga mengaku sangat berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah mensukseskan acara Konkerkab Pangandaran. Diantaranya kepada PGRI Kabupaten Ciamis dan PGRI Propinsi Jawa Barat.
Seemntara itu, Ketua PGRI Kabupaten Pangandaran, Saprudin HN, SPd, MM, mengatakan, pembentukan pengurus PGRI Pangandaran merupakan sejarah untuk para guru di Pangandaran. Dia juga sangat berterimakasih kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya acara tersebut.
“Hanya satu kata yang indah, semoga kepercayaan yang diberikan anggota bisa kita laksanakan dengan cara bersama-sama. Jangan terhenti semangat kebersamaan persatuan dan kesatuan PGRI. Beri kami kesempatan untuk melaksanakan program yang diamanatkan anggota, komitmen akan profesional, normatif Proporsional, mewujudkan guru profesional, sejahtera, terlindungi dan bermartabat. Mari kita bersama-sama memajukan PGRI,” pungkasnya. (Mad/Koran-HR)