Foto Ilustrasi/Foto: Istimewa/net
Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Ciamis mencatat sekitar 10 Kecamatan penghasil atau lumbung padi dan jagung bagi Ciamis mengalami kekeringan. Dikhawatirkan, tanaman yang berada di wilayah itu mengalami puso atau gagal panen.
Kasi Produksi Seleria Distan Ciamis, Kisma, Selasa (24/9), mengatakan, kini tanaman padi dan jagung terancam puso, akibat kekeringan yang melanda kawasan Kabupaten Ciamis. Dia menilai, ancaman serius tersebut harus segera diantisipasi.
“Banyak lahan pesawahan yang kini terancam kekeringan sehingga bisa membawa dampak terhadap penghasilan panen bagi petani. Sebab, karena pertumbuhan tanaman yang sekarang tidak maksimal,” ungkapnya.
Kiswa menuturkan, 38 hektar lahan sawah yang sudah kekeringan dan 1425 hektar sawah lainnya terancam. Sementara untuk tanaman jagung, sekitar 65 hektar yang tersebar di beberapa kecamatan.
Dari 10 kecamatan yang terancam kekeringan, kata Kiswa, diantaranya meliputi 1 Desa di Kecamatan Kalipucang, 5 Desa di Padaherang, 1 desa di Banjarsari, 8 Desa di Lakbok, 7 Desa di Pamarican, 2 desa di Cisaga, 5 desa di Cimaragas, 5 Desa di Ciamis, 8 Desa di Cihaurbeuti, 13 desa di Cipaku, 4 desa di Kawali. Dan untuk tanaman jagung, 3 desa di kecamatan Rancah.
“Ancaman kekeringan ini diakibatkan faktor iklim yang selama 3 tahun ini tidak menentu, sehingga pasokan air ke areal pesawahan milik petani menjadi tersendat. Bahkan tidak ada sama sekali. Padahal sebenarnya bulan ini harus sudah memasuki musim hujan,” katanya.
Selain faktor cuaca, imbuh Kiswa, banyak juga diantaranya diakibatkan dari penggunaan pupuk yang berlebih oleh petani. Dan itu membawa dampak buruk terhadap tanaman padi dan jagung. Untuk antisifasinya, Distan menyarankan kepada petani untuk membuat sumur, alatnya disediakan dari Distan.
“Untuk Puso, masih menunggu hasil produksi. Sebab masalah ini masih bisa diantisipasi, salah satunya dengan membuat sumur. Dengan begitu, tanaman padi bisa terselamatkan meski pasokan air tetap tidak mencukupi,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Kiswa menambahkan, Dstan Kabupaten Ciamis akan terus melakukan pemantauan ke sejumlah kecamatan yang terancam kekeringan. Tujuannya supaya petani bisa segera mengantisipasi masalah tersebut, dan tetap bisa memperoleh hasil panen. (es/Koran-HR)