Pengrajin bata merah di Panatsan tengah melakukan proses pencetakan. Musim kemarau menjadi berkah bagi mereka karena dapat meningkatkan produksi dan kualitas bata merah. Foto: Hendra Irawan/HR
Pataruman, (harapanrakyat.com).-
Banyak orang mengeluhkan musim kemarau terutama para petani yang mengandalkan air, karena debit air sungai mulai mengecil sehingga mereka mulai berebut air untuk mengaliri lahan sawahnya.
Tetapi bagi para pengrajin bata merah, dengan datangnya musim kemarau mereka justru sangat diuntungkan, lantaran produksinya bisa meningkat, dan kualitas yang dihasilkan jadi lebih bagus.
Disamping mampu memenuhi permintaan konsumen, sisa dari produksi selama musim kemarau juga dapat dijadikan untuk persedian ketika musim hujan tiba. Seperti diungkapkan Sahori (56), warga Panatasan, Kel/Kec. Pataruman, Kota Banjar.
“Musim kemarau menguntungkan bagi pengrajin bata merah seperti saya. Pembuatan bata bisa berjalan lancar karena tidak terganggu hujan. Waktu pembuatan dari mulai proses pencetakan sampai pembakaran jadi cepat. Sebab, untuk pengeringan tergantung panas matahari, semakin panas waktu siang semakin cepat waktu pengeringannya atau pembakaran,” tuturnya, kepada HR, Senin (23/9).
Lebih lanjut Sahori menyebutkan, bahwa produksi bata merah saat ini bisa maksimal dibanding pada musim hujan. Pada musim kemarau mampu mencetak 500 biji setiap hari, namun bila musim hujan hanya 200-250 biji saja per hari.
Kalau musim hujan, untuk memenuhi kebutuhan 20.000 biji bata merah membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Sedangkan di musim kemarau prosesnya tidak terlalu lama, yaitu hanya sekitar tiga minggu.
“Musim kemarau membuat kualitas bata merah semakin bagus dan meningkatkan produksi. Bahan mentah yang cepat kering mempercepat proses pembakaran serta tidak membutuhkan sekam yang banyak untuk bahan bakar. Bata merah hasilnya bagus dan tidak mudah hancur atau pecah,” katanya.
Sementara menurut Kiming, pengrajin bata merah lainnya, mengaku, bahwa di musim kemarau ini permintaan akan bata merah meningkat. Pembakaran yang sedang berlangsungpun sudah ditunggu oleh konsumen, sehingga diprediksi dirinya tidak akan bisa menyimpan untuk persediaan bata merah saat musim hujan. (HND/Koran-HR)