Parigi, (harapanrakyat.com),- Penjabat (Pj) Bupati Pangandaran, Endjang Naffandi, mengaku optimis tidak akan terjadi golput dengan jumlah signifikan di wilayah Kabupaten Pangandaran pada pelaksanaan Pilkada Ciamis 22 September mendatang. Bahkan, dia pun optimis sekitar 75% warga di 10 kecamatan di wilayah Kabupaten Pangandaran akan menyalurkan hak pilihnya.
Pernyataaan Pj Bupati tersebut menjawab opini yang berkembang saat ini bahwa antusiasme warga Kabupaten Pangandaran rendah terhadap pelaksanaan Pilkada Ciamis. Opini itu muncul dengan alasan warga Pangandaran sudah tidak memiliki kepentingan terhadap Pilkada Ciamis, karena sudah memisahkan diri dari Kabupaten Ciamis dan juga sudah memiliki Pj. Bupati.
Menurut Endjang, fakta di lapangan bahwa warga Kabupaten Pangandaran ternyata masih memiliki antusiasme tinggi untuk ikut andil dalam pesta demokrasi Pilkada Ciamis. Hal itu terbukti di saat sosialisasi tata cara pemilihan dalam pelaksanaan Pilkada Ciamis yang digelar PPS dan PPK di sejumlah kecamatan, ternyata mendapat respons dari masyarakat.
“Setelah melihat fakta tersebut, saya yakin opini yang berkembang akhir-akhir ini bahwa warga Pangandaran tidak respons terhadap Pilkada Ciamis, itu tidak benar. Opini itu dibantah sendiri saat sosialisasi Pilkada Ciamis di 10 kecamatan Kabupaten Pangandaran,” ujarnya, kepada HR, pekan lalu.
Endjang juga meminta kesadaran warga Kabupaten Pangandaran untuk ikut andil dan menyalurkan hak pilihnya pada Pilkada Ciamis pada 22 September mendatang.
“Karena warga Pangandaran ikut Pilkada Ciamis bukan tanpa alasan. Payung hukumnya jelas dan diatur dalam peraturan KPU pusat dan Mendagri. Dua peraturan itu menyiratkan bahwa daerah yang dimekarkan pada tahun 2013 masih ikut dalam pelaksanaan Pilkada kabupaten induk yang digelar pada tahun yang sama (tahun 2013),” ungkapnya.
KPUD Ciamis Belum Ajak Pemkab Pangandaran Bahas Pilkada Ciamis
Sementara itu, Pj Bupati Endjang Naffandi, menyayangkan sikap KPUD Ciamis yang belum pernah mengajak melakukan pembahasan terkait sosialisasi Pilkada Ciamis untuk di wilayah Kabupaten Pangandaran.
Menurut Endjang, seharusnya KPUD Ciamis jemput bola dan melakukan koordinasi dengan Pemkab Pangandaran untuk menggelar sosialisasi bersama kepada masyarakat di wilayah Pangandaran. “Masyarakat Pangandaran perlu tahu, kenapa masih memilih calon bupati Ciamis. Kemudian terangkan dasar hukumnya. Hal itu tentunya perlu disampaikan, agar mereka paham dan mengerti,” terangnya.
Endjang menambahkan, tanpa diminta oleh KPUD Ciamis pun pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. “ Tapi bagusnya dilakukan bersama. Ada koordinasi dan sama-sama membuat strategi agar tingkat partisipasi masyarakat Pangandaran tinggi dalam pelaksaanan Pilkada Ciamis nanti, “ ungkapnya.
Sementara itu, Ketua KPUD Ciamis, Kikim Tarkim, S.Ag, M.Si, mengatakan, pihaknya akan secepatnya melakukan koordinasi dengan Pemkab Pangandaran terkait pelaksanaan Pilkada Ciamis. “Sudah kita jadwalkan dan secepatnya kita akan menemui Pak Pj. Bupati dan jajarannya ke Pangandaran, “ katanya, kepada HR, Selasa (10/9).
Mengenai sosialiasi, lanjut Kikim, pihaknya sudah intens melakukan sosialisasi di wilayah 10 kecamatan di Kabupaten Pangandaran, baik sosialisasi yang dilakukan oleh PPS dan PPK, juga oleh tim dari KPUD Ciamis sendiri.
“Beberapa minggu yang lalu kita menggelar sosialiasi Pilkada Ciamis yang dibalut dengan pagelaran seni di Parigi. Alhamdulilah, antusisme masyarakat Pangandaran ternyata tinggi terhadap pelaksanaan Pilkada Ciamis,“ katanya. (Syam/Koran-HR)