Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita CiamisPengelolaan Koptan di Cipaku Dituding Tidak Transparan

Pengelolaan Koptan di Cipaku Dituding Tidak Transparan

Cipaku, (harapanrakyat.com),- Pengelolaan bantuan ternak domba di Kelompok Tani Sukatani 1 Dusun Sukadana Desa Sukawening Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, disinyalir kurang transparan (terbuka). Pasalnya, hal itu terlihat dari kurangnya komunikasi antara sesama anggota kelompok. Kondisi itu terlihat setelah adanya kematian beberapa domba milik kelompok.

Ketua Koptan Suaktani 1, Kiman, Sabtu (31/8), mengatakan, bantuan domba yang diterima kelompok berjumlah 20 ekor. Dari jumlah itu, 8 ekor diantaranya mati mendadak. Sisanya 12 ekor yang disebar kepada semua anggota.

Sementara itu, Rosid, Bendahara Koptan, menjelaskan, domba yang mati hanya 4 ekor. Itupun sudah mendapat penggantian, sehingga jumlahnya tetap. Bahkan  menurut dia, domba itu tidak semua disebar ke anggota, bahkan bukan anggota pun kebagian jatah.

Rosid berharap, semestinya segala sesuatu yang berkaitan dengan keberadaan kelompok, jajaran pengurus maupun anggota  bisa bekerjasama. Terlebih ada keterbukaan, sebab maju mundurnya kelompok tergantung dari kerjasama para anggotanya.

Ironis memang, kata Rosid, bendahara tidak diberitahu tentang beberapa hal, terlebih menyangkut masalah keuangan. Salah satu contoh, domba yang dijual oleh anggota, uangnya sampai sekarang entah kemana.

“Padahalkan harusnya uang itu dikembalikan dulu ke kelompok atau bendahara,” katanaya.

Sementara itu, Irpan, Sekretaris koptan Sukatani, mengatakan, jumlah domba yang mati  ada 10 ekor. Kemudian mendapat penggantian dari pihak ketiga sebanyak dua ekor. Sementara delapan ekor yang lainnya tidak ada laporan.

Di tempat terpisah, Ewo, Pegawai BP3K Kecamatan Cipaku, mengatakan, koptan Sukatani memang kerap melakukan kordinasi. Hanya saja, kordinasi itu sebatas pada pengajuan proposal bantuan semata.

“Seharusnya tidak seperti itu. Bila ada permasalahan, kelompok alangkah baiknya  memberikan laporan agar masalah itu bisa diselesaikan. Terlebih di Desa Sukawening belum ada PPL,” katanya.

Terkait masalah kematian sejumlah ternak domba, Ewo menilai hal itu tidaklah rasional. Menurut dia, seandainya yang mati hanya dua ekor, yang delapan ekor lainnya pun harus jelas laporannya. Soalnya, nanti semua itu akan berkaitan dengan pertanggung jawaban kelompok. (dji/Koran-HR)

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Tidak semua tokoh besar mendapat tempat dalam buku sejarah Indonesia. Beberapa nama tetap hidup melalui cerita lisan yang diwariskan turun-temurun. Sejarah Tumenggung Kopek adalah...
Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan baru saja memperkenalkan generasi terbaru dari Nissan Micra EV 2025. Mobil Nissan terbaru tersebut kini bertransformasi menjadi kendaraan listrik sepenuhnya. Nissan Micra atau...
Pemandian Air Panas

Menikmati Wisata Pemandian Air Panas Cileungsing Sumedang Saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Obyek wisata Pemandian Air Panas Cileungsing di Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Sumedang, Jawa Barat, kembali menarik ribuan wisatawan pada libur Lebaran 2025. Destinasi wisata ini...
Obyek Wisata Sepi Pengunjung

Obyek Wisata Sepi Pengunjung Saat Libur Lebaran, Wali Kota Banjar: Perlu Ada Perubahan

harapanrakyat.com,- Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Sudarsono, menanggapi perihal sejumlah obyek wisata sepi pengunjung pada momen libur Lebaran 2025. Sudarsono mengatakan, Pemerintah Kota Banjar ke...
Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone baru saja merilis Armor 30 Pro, sebuah smartphone tangguh yang menggabungkan daya tahan luar biasa dengan teknologi terkini. Dirancang khusus untuk pengguna yang...
Pergerakan Tanah di Neglasari

Pergerakan Tanah di Neglasari Ciamis, Sejumlah Rumah dan Jalan Desa Alami Kerusakan

harapanrakyat.com,- Akibat adanya pergerakan tanah di Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, ruas jalan desa juga mengalami...