Banjar, (harapanrakyat.com),- Ketua Panwascam Kecamatan Banjar, sekaligus Ketua Forum RT/RW se-Kota Banjar, Iwan Syarifudin, mengaku siap bila dirinya dipanggil Bawaslu maupun Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Hal itu disampaikan Iwan kepada HR, Selasa (24/9), terkait adanya dugaan pelanggaran kode etik yang dituduhkan Ketua Panwaslu Kota Banjar terhadap dirinya di sejumlah media massa.
Kehadiran Iwan dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilkada Kota Banjar di MK beberapa waktu lalu, dinilai telah melanggar kode etik sebagai anggota panitia pengawas.
“Saya pada hari Senin kemarin, tanggal 23, sekitar jam dua, beberapa awak media menghubungi saya terkait penyebaran rilis dari Ketua Panwaslu Kota Banjar, tentang aduan bahwa saya melanggar dugaan-dugaan pelanggaran kode etik Panwas,” ujarnya.
Iwan juga merasa kaget dan mempertanyakan kenapa awak media tahu, sedangkan dirinya sendiri yang bersangkutan tidak ada konfirmasi apa-apa atau klarifikasi sebelumnya dari pihak Panwaslu Kota.
Lanjut dia, mengenai sikapnya sekarang setelah di beberapa media yang terbit hari Selasa (24/9), sudah dirilis apa yang menjadi dugaan-dugaan pelanggaran, bahkan menyebutkan akan diajukan ke Bawaslu dan DKPP, namun Iwan mengaku siap menghadapi masalah tersebut.
“Saya siap menghadapi masalah ini, dan saya akan menjelaskan yang sebenar-benarnya apa yang sebetulnya menjadi permasalahan, baik itu menyangkut dengan saya maupun menyangkut dengan Panwas Kota. Nanti saja jawaban saya di DKPP, akan saya buka semuanya apa yang sebenarnya terjadi. Cuma saya saran, lembaga ini bukan main-main. Jadi semua ada aturan, ada mekanisme yang harus ditempuh,” katanya.
Iwan menambahkan, untuk masalah kepemiluan dirinya sudah aktif sejak tahun 2004 menjadi staf pendukung di KPUD. Kemudian, pada tahun 2009 menjadi Ketua Panwas, dan pada Pilgub, Pilwalkot 2013 juga menjadi Ketua Panwascam.
“Semua pengalaman itu menjadi bekal saya untuk segala tindak-tanduk di Panwas. Dan baru kali ini, situasi sekarang jadi berbeda, ada apa dengan Panwas Kota,” pungkas Iwan. (Eva/Koran-HR)