Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Sebanyak 13 orang wisatawan asal Garut, Ciamis, Jakarta dan Bandung yang tengah berlibur di pantai Pangandaran nyaris tewas, akibat perahu yang ditumpanginya terbalik setelah diterjang gelombang ombak besar, Sabtu (10/8). Saat itu, ke 13 orang tersebut bermaksud untuk pergi ke Cagar Alam Pasir Putih Pangandaran.
Maksud ingin menikmati keindahan panorama alam dasar laut yang berada di Pasir Putih Pantai Pangandaran, ke 13 wisatawan itu menyewa sebuah perahu milik nelayan. Namun, baru saja berlayar di sekitar jarak 500 meter dari bibir pantai, ternyata perahu yang di tumpangi mereka malah terbalik. Saat itu, tiba-tiba gelombang ombak besar menerjang, sehingga perahu oleng dan akhirnya terbalik.
Munculnya gelombang ombak besar tersebut, sempat membuat panik wisatawan lain yang tengah beranang di bibir pantai. Karena ombak besar tersebut datangnya tiba-tiba. Namun, dalam peristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa.
Tim Sar Pol Air Pangandaran dan Balawista yang mendapat laporan adanya wisatawan yang perahunya terbalik, langsung menuju ke lokasi dan menyelamatkan para penumpang perahu serta membawanya ke pinggir pantai. Dalam peristiwa ini, ke 13 orang penumpang perahu tersebut akhirnya dapat diselamatkan, tanpa ada satu pun yang terluka.
Semantara itu, menurut Kapolsek Pol Air Pangandaran, AKP Firman, meski korban tidak mengalami luka, namun mereka sempat mengalami shock, setelah perahunya terbalik dan korban sempat tergulung oleh ombak besar. “ Kini trauma korban akibat peristiwa ini berangsur mulai membaik, dan sebagian sudah pulang ke daerahnya masing-masing, “ pungkasnya, kepada HR, Sabtu (10/8).
Dari data yang dihimpun HR, ke 13 orang penumpang perahu yang mengalami kecelakaan perahu terbalik, diantaranya Rendi (5) warga Garut, Oni (20) warga Bandung, Edi (26) warga Jakarta, Wawan (29) warga Rancah Ciamis, Usup (27) warga Rancah Ciamis, Andri (20) warga Jakarta, Ani (19) warga Jakarta, Irfan (15) warga Garut, Yayan (18) warga Garut, Euis (23) warga Bandung, Nana (14) warga Garut, Asep (18) warga Bandung dan Nina (10) warga Garut.
Sementara ketika dihubungi HR, para penumpang yang menjadi korban perahu terbalik ini enggan untuk dimintai keterangan, karena mereka mengaku masih shock atas kejadian tersebut. (Ntang/R2/HR-Online)