Cipaku, (harapanrakyat.com),- Tanaman Padi di areal sawah seluas 2 hektar, di Blok Cibagi Desa Sukawening Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, terancam gagal panen. Pasalnya, tanaman tersebut diserang hama (blas). Daun tanaman padi, batang dan akarnya pun mengering.
Yaman, perangkat Desa Sukawening, Jum`at (26/7), mengatakan, para petani sudah berupaya membasmi hama dengan cara menyemprotkan pestisida. Namun usaha itu gagal, hama tetap menyebar dan menyerang tanaman padi.
Menurut Yaman, faktor cuaca menjadi penyebab hama itu kuat bertahan. Bahkan, serangan hama itu sudah dua kali terjadi selama musim panen tahun ini. “Akibatnya, bulir padi menjadi hampa,” katanya.
Yoyo, Mantan Kaur Ekbang Desa Sukawening, Sabtu (27/7), mengatakan, sampai saat ini di Desa Sukawening tidak ada Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). Dia menilai, permasalahan yang dialami para petani tidak pernah ditindaklanjuti karena ketiadaan PPL.
Di sisi lain, pemerintah Desa Sukawening juga jarang melaporkan perihal kendala yang terjadi pada sektor pertanian kepada BP3K Kecamatan, termasuk soal kekosongan petugas PPL.
Ewo, Petugas dari BP3K Kecamatan Cipaku, melalui ponselnya, mengatakan, untuk mengatasi dan mencegah serangan hama blas pada tanaman padi, sebetulnya bisa teratasi dengan cara disemprot Inpektisida.
“Hanya saja penyemprotanya harus dilakukan sejak dini. Kehadiran hama blas juga bisa disebabkan pemberian pupuk urea yang berlebihan,” katanya.
Kepada HR, Ewo mengaku, BP3K belum mendapatkan laporan tentang serangan hama blas yang terjadi di areal pesawahan milik petani di Blok Cibagi Desa Sukawening. Meski belum ada PPL, BP3K siap membantu.
“Selama ini, jangankan laporan masalah hama Blas, Pemerintah Desa juga tidak pernah meminta atau mengusulkan pengisian tenaga PPL untuk mengisi kekosongan,” pungkasnya. (dji/Koran-HR)