Sebanyak 7.575 kg untuk 500 kk ditemukan beberapa karung raskin berkualitas buruk, di Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran. Foto: Madlani/HR
Pangandaran,(harapanrakyat.com),-
Pemerintah Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran mengeluhkan buruknya kualitas beras untuk masyarakat miskin (raskin) yang mereka terima. Berdasar hasil pemeriksaan, dari beras yang didistribusikan oleh Bulog melalui desa sebanyak 7.575 kg untuk 500 kk tersebut, ditemukan beberapa karung raskin berkualitas buruk, diindikasikan masih ada lagi beras yang kondisinya sudah tidak layak yang belum sempat dicek, namun sudah terlanjur dibagikan kepada para kepala dusun dan ketua RT.
Sekretaris Desa Babakan, Deni, saat ditemui HR di kantor Desa Babakan, mengaku kaget dengan temuan raskin berkualitas buruk di desanya. Saat menerima laporan dengan temuan tersebut, dia segera melihat ke tempat penyimpanan beras.
“Setelah kami cek, ternyata benar. Saya pun segera menganjurkan kepada para kepala dusun serta ketua RT untuk segera mengembalikan ke pihak desa dan akan segera kami kembalikan lagi ke Bulog,” katanya Kamis (18/7) .
Deni pun menghimbau kepada para ketua RT, untuk mengecek kembali raskin yang telah mereka terima. Jika masih ditemukan raskin berkualitas buruk, Deni meminta ketua RT tidak mendistribusikannya kepada masyarakat, tapi segera mengembalikan ke desa.
Tusiran, tokoh masyarakat RT 02 RW 05 Dusun Karanggedang Desa Babakan mengatakan, dirinya belum mengecek semua karung yang akan dia bagikan kepada masyarakat. Namun dari informasi yang dia peroleh, pihaknya akan segera memeriksa keberadaan raskin tersebut.
“Saya baru ambil jatah dan belum mengecek langsung. Dari informasi yang saya peroleh, ditemukan sejumlah karung raskin berkualitas buruk. Karenanya, saya akan mengecek dan jika ditemukan raskin yang tidak layak kami makan, kami akan berkoordinasi dengan desa,” katanya.
Pemerintah desa Babakan berharap kejadian ini tidak terulang kembali. Pengiriman raskin yang telah dicampur dengan beras yang sangat jelek sangat merugikan masyarakat penerima raskin. Jangan sampai masyarakat menikmati makanan yang sudah tidak layak untuk dikonsumsi. (Mad/Koran-HR).