Ciamis, (harapanrakyat.com),- Omset penjualan daging ayam di Pasar Manis Ciamis mengalami penurunan hingga mencapai 75 persen. Kuat dugaan, penurunan omset tersebut terjadi lantaran harga daging ayam terus meroket. Penyebab lainnya, gara-gara terbatasnya pasokan daging ayam akibat kenaikan BBM dan menghadapi bulan puasa.
“Biasanya bila sedang normal, saya bisa jual 80 sampai 100 kilogram daging ayam perhari. Tapi sejak seminggu lalu turun drastis, apalagi sejak BBM naik,” ungkap Lidya, penjual daging ayam, di bilangan Pasar Manis Ciamis, Senin (1/7).
Lidya menuturkan, sebelum BBM naik, harga daging ayam hanya mencapai Rp. 28 ribu perkilogram. Sedangkan setelah BBM naik, harganya menjadi Rp. 32 ribu perkilogram. Dia juga mengaku, biasanya dalam sehari, sebelum dzuhur, daging ayam yang dia jajakan sudah habis terjual. Namun, belakangan ini, dia hanya mampu menjual 40 kilogram.
Tidak hanya itu, Lidya juga menduga, kebutuhan rumah tangga saat ini, selain karena menghadapi bulan puasa dan kenaikan BBM, para konsumennya sedang disibukkan dengan urusan akademik tahun ajaran baru.
“Mungkin, diantaranya sedang sibuk urusan menyekolahkan anaknya,” imbuhnya.
Kejadian serupa dialami Hj. Ori, pedagang daging ayam kampung, di Pasar Manis Ciamis. Dia mengatakan, harga daging ayam kampong sudah mencapai Rp 52 ribu perkilogram, dari sebelumnya yang hanya mencpai Rp. 48 ribu.
“Sama, omset penjulan daging ayam kampung juga turun. Biasanya, saya bisa menjual sampai 50 kilogram perhari. Tapi belakang ini, cumin 30 kilogram saja,” ujarnya. (dsw/Koran-HR)