Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Produksi gula kelapa yang berada di wilayah Kabupaten Pangandaran sedikitnya memproduksi 300 ton per hari. Jumlah produksi tersebut bisa memasok 75% kebutuhan gula kelapa di Jawa Barat dan sebagian wilayah di pulau Jawa.
Pengusaha Gula Kelapa, yang juga Tokoh Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran, H. Yos Rosbi, mengatakan, produksi gula kelapa di wilayah Kabupaten Pangandaran merupakan suatu potensi yang menjanjikan. Karena jika dihitung dari jumlah produksi 300 ton per hari dikali Rp. 9000 per kg, berarti dalam satu hari perputaran uang dari bisnis gula kelapa di wilayah Pangandaran mencapai Rp. 2,7 miliar.
“Potensi gula kelapa ini ke depan bisa dijadikan sumber PAD bagi Kabupaten Pangandaran. Tinggal Pemkab Pangandaran membuat regulasi mengenai pajak daerah dari penghasilan gula kelapa ini,” ujarnya, kepada HR Online, ketika dihubungi di rumahnya, Minggu (23/6).
Menurut Yos, regulasi pajak daerah yang masih menginduk kepada aturan Pemkab Ciamis belum mengatur pajak dari gula kelapa untuk menyumbang PAD. Saat ini pengusaha gula kelapa hanya membayar pajak perusahaan yang dikenakan pph 10% yang dibayarkan pada setiap tahun.
“Kalau potensi gula kelapa ini bisa menyumbang pajak daerah untuk Pangandaran, tentunya bisa menyumbang PAD yang cukup besar. Hanya saja, ketika diberlakukan pajak daerah nanti, Pemkab Pangandaran juga harus membantu pengembangan gula kelapa ini. Hal itu agar tercipta timbal balik yang saling menguntungkan,” terangnya. (Bgj/R2/HR-Online)