Sebuah Puskesmas Pembantu (Pustu) di daerah terpencil di Dusun Margacinta Desa Margacinta Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, sebagian bangunannya ambruk dan kondisinya memprihatinkan.
Selain beberapa ruangannya yang telah rusak, puskesmas satu-satunya itu juga kekurangan peralatan medis. Padahal masyarakat setempat bergantung pada puskesmas ini dalam memenuhi kebutuhan kesehatan.
Dari pantauan HR di lapangan, sebagian besar bangunan puskesmas pembantu mengalami kerusakan karena sudah lapuk dimakan usia. Bahkan beberapa ruangan yang tersisa kondisinya rusak berat dan memprihatinkan. Tak hanya itu, peralatan medis untuk persalinan dan beberapa alat medis lainnya, kondisinya sudah rusak dan berkarat.
Meskipun demikin, puskesmas pembantu yang lokasinya tidak jauh dari pusat kota Kabupaten Pangandaran ini, masih tetap digunakan untuk melayani warga. Karena tidak ada pilihan lain saat warga setempat membutuhkan pelayanan kesehatan.
Menurut Perawat Pustu Margacinta Cijulang, Iyah Kuniati, puskesmas induk jaraknya sangat jauh, sekitar 20 kilometer dari tempat tinggal warga. Pihaknya, kata Iyah, sudah beberapa kali mengajukan permohonan perbaikan sejak tahun 2009 ke Pemkab Ciamis, namun hingga saat ini belum ada realisasinya.
“Dinas Kesehatan Ciamis hanya melakukan pengecekan tanpa ada realisasi, hingga akhirnya Pustu ini dibiarkan tidak terawat dan kondisi bangunannya sangat memperihatinkan,” ujarnya, kepada HR, pekan lalu.
Keluhan serupa pun diungkapkan warga setempat, Ita Rosita. Dia mengatakan, dengan kondisi bangunan yang sudah lapuk ini, terkadang warga khawatir bangunan Pustu tersebut akhirnya ambruk. “Kalau bangunan Pustu ini ambruk dan tidak bisa melayani, tentunya warga di sini bakal kelimpungan kalau membutuhkan pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (Ntang/Koran HR)