Ciamis, (harapanrakyat.com),– PDI-Perjuangan tampaknya tengah intens bergeriliya mendekati sejumlah partai politik (parpol) untuk mewujudkan pasangan Iing Syam Arifin-Jeje Wiradinata pada Pilkada Bupati Ciamis September mendatang. PPP tampaknya yang sudah berhasil didekati, tinggal selangkah lagi untuk mewujudkan koalisi dalam mengusung pasangan tersebut.
Hal itu diakui oleh Sekretaris DPC PDIP Ciamis, Oih Burhanudin, kepada HR, Selasa (18/6). Dia mengatakan, pihaknya saat ini tengah intens berkomunikasi dengan sejumlah parpol untuk membahas kemungkinan koalisi. “Kita saat ini tengah intens-intensnya membangun komunikasi dengan PPP, Partai Golkar dan parpol koalisi 234 (PAN,PKB dan PBB),” ujar Oih.
Menurut Oih, pihaknya berharap pasangan Iing-Jeje bisa terwujud dan mendapat dukungan dari sejumlah parpol. “Karena dari berbagai hasil survey, pasangan ini yang paling kuat di Pilkada Ciamis. Karenanya, kita ingin mengajak parpol lain untuk bersama-sama memenangkan pasangan Iing-Jeje,” katanya.
Oih juga mengatakan, komunikasi dengan PPP sudah hampir menghasilkan kesepakatan koalisi. Karena PPP sudah menegaskan akan mengusung Iing sebagai calon bupati Ciamis. “Kita dengan Golkar pun sama intens, tapi kita menghormati dulu proses penjaringan calon bupati di internal Golkar yang hingga saat ini belum selesai. Minggu ini katanya Golkar akan memberikan keputusan,” terangnya.
Ditanya kenapa tidak melakukan komunikasi dengan PKS, Gerindra, Hanura dan Partai Demokrat? Oih mengatakan, pihaknya pun sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah parpol tersebut. Hanya, koalisi Gerakan Nurani Bersatu Menuju Sejahtera (GNBMS) yang dipelopori PKS, Hanura dan Gerindra menyatakan sudah memiliki calon bupati yang akan diusung. Begitu juga dengan Partai Demokrat. “Meski begitu, kami tetap masih terbuka dengan parpol manapun untuk berkoalisi,” imbuhnya.
Oih juga mengakui bahwa peta politik Pilkada Ciamis masih dinamis. Masih dimungkinkan terjadi hal-hal yang diluar dugaan. Meski begitu, dia menyatakan pihaknya tetap akan memperjuangkan paket Iing-Jeje bisa terwujud dan memenangkan Pilkada Ciamis.
“ Termasuk apabila Golkar akhirnya mengusung Pak Iing, tetapi tidak berkoalisi dengan PDIP, hal itu sudah kita perhitungkan. Apabila kondisi itu terjadi, maka kita akan meminta Pak Iing untuk memilih, apakah ingin bersama Golkar atau bersama koalisi PDIP-PPP?,” ungkapnya.
Namun begitu, sambung Oih, pihaknya masih yakin bisa berkoalisi dengan Golkar. Hal itu terlihat dari beberapa pertemuan dengan Golkar, yang sudah memberikan sinyal untuk berkoalisi. “Kita lihat saja nanti, masih ada waktu 7 hari untuk berkomunikasi, sebelum KPU membuka pendaftaran calon bupati,” katanya.
Meski Sudah Daftar ke Golkar, PPP Tetap Usung Iing
Sementaa itu, meski H. Iing Syam Arifin sudah mendaftar calon bupati Ciamis ke Partai Golkar, dan saat ini masih dalam tahap penjaringan di internal partai berlambang pohon beringin itu, namun tak membuat DPC PPP Ciamis mundur untuk mengusung calon incumbent tersebut. Malah, keputusan politik PPP sudah memutuskan untuk mengusung Iing sebagai calon bupati.
Sekretaris DPC PPP Ciamis, Wowo Kustiwa, mengatakan, pihaknya sudah mengambil keputusan politik untuk mengusung Iing Syam Arifin pada Pilkada Bupati Ciamis, meski sebelumnya Iing sudah mendaftar ke Partai Golkar.
” Ini keputusan yang diambil dalam rapat pleno di DPW PPP Jabar yang memutuskan PPP mengusung Iing di Pilkada Ciamis. Artinya, keputusan itu harus kami jalankan,” ujarnya, kepada HR Online, di Ciamis, Senin (17/5).
Wowo pun mengaku sudah menjalin komunikasi dengan PDIP untuk memaketkan pasangan Iing Syam Arifin- Jeje Wiradinata di Pilkada Ciamis. “Kemarin hari Minggu (16/6), kita sudah komunikasi dengan PDIP untuk memaketkan pasangan Iing- Jeje. Tapi pertemuan itu baru sebatas komunikasi saja, belum resmi koalisi,” ujarnya.
Menurut Wowo, pihaknya baru memutuskan dalam pengusungan calon bupati saja, dan belum ada komitmen koalisi dengan partai manapun. “Kalau ditanya apakah PPP mengusung Iing, saya katakan ya. Tapi kalau sudah resmi berkoalisi dengan parpol lain, itu belum. Kalau soal koalisi, kita lihat saja nanti ketika pendaftaran ke KPU,” ungkapnya.
Wowo menambahkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Iing untuk memilih pasangannya (calon wakil bupati).”Pak Iing berpasangan dengan siapapun, PPP tetap akan mendukung,” katanya.
Wowo juga mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini belum memutuskan untuk berkoalisi dengan partai politik (parpol) manapun, termasuk dengan PKS, Partai Gerindra dan Partai Hanura, yang sebelumnya mendeklarasikan koalisi Gerakan Nurani, Bersatu Menuju Sejahtera (GNBMS), yang diantaranya PPP diklaim masuk di dalamnya.
“Kalau PPP ikut dalam pertemuan dengan PKS, Gerindra dan Hanura membahas soal kemungkinan koalisi di Pilkada Ciamis, ya memang benar. Tetapi PPP hadir di pertemuan itu hanya sebatas komunikasi saja. Dan pada pertemuan itu pun tidak menghasilkan sebuah kesepakatan koalisi,” terangnya.
Menurut Wowo, setelah ikut pada pertemuan pertama, kemudian datang surat undangan berikutnya untuk kembali menggelar pertemuan dengan tiga parpol tersebut. Yang membuatnya kaget, dalam surat tersebut tertera koalisi GNMBS.
“Kita sempat bingung juga, karena pada pertemuan pertama tidak menyinggung soal kesepakatan koalisi. Tetapi pada undungan kedua tertera nama koalisi GNMBS, yang dimana PPP bergabung di dalamnya,” terangnya.
Dengan adanya kata koalisi dalam surat itu, lanjut Wowo, pihaknya memutuskan untuk tidak hadir memenuhi undangan tersebut. “Sepakat juga belum, kok langsung saja menyebutkan sudah berkoalisi,” imbuhnya.
Termasuk dengan PDIP, lanjut Wowo, hanya sebatas membangun komunikasi politik untuk kemungkinan terciptanya koalisi. “Tetapi kalau peluang koalisi dengan PDIP untuk mengusung paket pasangan Iing-Jeje, memang kemungkinannya besar. Hanya kita belum mengeluarkan keputusan resmi mengenai koalisi dengan parpol manapun,” tegasnya.
Dihubungi terpisah, Ketua DPD PKS Ciamis, Mamat Rahmat, mengatakan, meski PPP menarik dukungan dari koalisi GNMBS, tetapi pihaknya masih intens komunikasi dengan Hanura dan Gerindra. “ Tanpa PPP, koalisi GNMBS masih bisa mengusung satu paket pasangan calon bupati-wakil bupati, karena masih memiliki 8 kursi di DPRD, “ ujarnya, kepada HR, Senin (18/6).
Menurut Mamat, pihaknya pun saat ini intens berkomunikasi dengan Partai Golkar dan koalisi 234. Dia pun mengklaim bahwa Partai Golkar sudah memberikan sinyal untuk kemungkinan koalisi pada Pilkada Ciamis.
“Kita terus berkomunikasi dengan parpol lain, sembari mengamati peta politik. Yang perlu diketahui, bahwa di jelang akhir pendaftaran KPU dimungkinkan akan terjadi kejutan di Pilkada Ciamis,” katanya. Ketika ditanya kejutan yang dimaksud, Mamat enggan membocorkan. “ Lihat saja nanti,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Ciamis, H. Slamet Triana, mengatakan, untuk menentukan calon bupati yang diusung Partai Golkar, pihaknya masih menunggu hasil survey dan keputusan DPP Partai Golkar. “Karena yang memutuskan adalah DPP. Kita dari DPD paling diminta masukan saat menentukan koalisi dengan parpol lain,” ujarnya, kepada HR, Selasa (18/6).
Menurut Trian, saat ini DPP Partai Golkar masih menggodog tiga calon bupati yang lolos verifikasi, yakni Akasah, Bagus Arif Wiwaha dan Iing Syam Arifin. “Sebelum tanggal 25 Juni hari pertama pendaftaran ke KPU, DPP Golkar sudah mengumumkan calon bupati yang akan diusung,” katanya.
Mengenai koalisi, kata Trian, pihaknya masih terus menjalin komunikasi dengan parpol lain. Namun, apapun hasil komunikasi dengan parpol lain, DPD Partai Golkar Ciamis hanya bisa memberikan masukan saja kepada DPP. (DK/Bgj/Koran-HR)