Cipaku, (harapanrakyat.com),- Mantan Staterooms Host Kapal Pesiar Amerika, Sulaeman Nurdjamal, terpilih jadi Kepala Desa Ciakar Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis, melalui momen Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), yang berlangsung pada tanggal 26 Mei lalu.
Ketika ditemui HR, Senin Kamis (6/6), Sulaeman Nurdjamal, mengatakan, akan menjalankan roda pemerintahan Desa Ciakar dengan bekal pengalaman saat dia bekerja di Luar Negeri. Menurutnya, banyak hal yang bisa dia adop (terapkan), khususnya dalam profesionalisme bekerja.
Sulaeman menuturkan, di Luar Negeri pegawai atau pekerja dituntut bekerja secara benar (profesional) sesuai dengan tugas dan fungsinya. Jadi, selama dia mengemban amanat pekerjaan, dia akan bertanggungjawab sepenuh hati untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontraknya.
Dia mencontohkan, salah satu diantaranya adalah penerapan absensi yang menggunakan finger print (sidik jari). Dengan itu, tuntutan disiplin dalam bekerja harus ditempuh dan dipenuhi dengan rasa tanggung jawab.
“Khususnya dalam hal waktu, tidak boleh lebih tidak boleh kurang. Jika melanggar, akan diberi sanksi mulai lisan (verbal) sampai sanksi pemecatan, kalau di luar negeri sanksi deportasi,” katanya.
Di Amerika, kata Sulaeman, etos kerja orang Amerika berbeda dengan orang Indonesia, mereka sangat bersungguh-sungguh dalam bekerja. Dan sebenarnya, hal seperti itu bisa diterapkan di tingkat desa, tinggal mau tidak untuk belajar.
“Etos kerja setiap manusia sebenarnya sama, hanya saja tergantung masing-masing dari individu itu sendiri. Disana (Amerika), jam kerja dimanfaatkan seefektif mungkin untuk bekerja,” katanya.
Meski demikian, imbuh Sulaeman, Etos Kerja bukan satu-satunya alat untuk mengukur kemajuan suatu daerah. Tapi, upaya untuk peningkatan etos kerja perlu mendapat dukungan dari semua pihak.
”Kedepan, Desa Ciakar harus punya Top Managemen. Tetapkan komitmen, visi dan misi jelas, tangani persoalan desa dengan benar (optimize), kemudian tetapkan secara prioritas. Hal-hal yang baik yang ada di Amerika bisa kita tiru, seperti cara berpikir, dan kepedulian pemerintah kepada masyarakatnya,” pungkasnya. (dji/Koran HR)