Ciamis, (harapanrakyat.com),- Seorang karyawan Adira Finance Cabang Banjar, Jaenudin (35), dikeroyok sejumlah orang tak dikenal di depan Kantor Adira Finance di jalan Mr. Iwa Kusuma Soemantri Ciamis, Selasa (25/6). Diduga aksi pengeroyokan ini dipicu dari adanya miskomunikasi antara keluarga nasabah Adira dengan korban. Akibat pengeroyokan itu, membuat korban mengalami luka lebam di kepalanya.
Sebelum kejadian, ada seorang nasabah Adira bernama Mira asal Banjarsari yang mengaku motornya dirampas oleh tim eksekutor Adira Finance saat melintas di jalan Galuh Ciamis.
Menurut Jaenudin, dia dipukul massa tak dikenal lantaran dituding telah mempermainkan nasabah, saat motor nasabah tersebut telah dieksekusi oleh tim eksekutor Adira Finance. Padahal, dia justru akan memfasilitasi pengaduan yang dilaporkan nasabah tersebut.
“Saat itu saya mendapat kabar dari teman bahwa ada motor yang dieksekusi oleh tim eksekutor Adira. Posisi saya waktu itu sedang di Banjar, karena saya bertugas di Adira Banjar. Kemudian saya cek data, tapi dalam data yang ada pada kami, kendaraan tersebut belum terdaftar untuk ditarik, karena masih ada tenggang waktu,” terangnya kepada aertawan, Selasa (25/6).
Dia juga menambahkan, saat itu dia mencoba menelpon sejumlah koleganya di Adira. Setelah mendapat kabar dari manajemen Adira, ternyata motor tersebut ada di Ciamis. Mengetahui hal itu, dia pun langsung menghubungi Adira Ciamis dan meminta untuk tidak menahan motor itu.
“Karena belum jatuh tempo, maka saya minta kepada Adira Ciamis untuk tidak menahan motor nasabah tersebut. Namun, saran saya tidak digubris Adira Ciamis, dan tetap memaksa menarik motor itu. Kemudian saya berinisiatif untuk memfasilitasi permasalahan ini dan langsung menemui manajemen Adira Ciamis,” jelasnya.
Namun, lanjut dia, saat dia selesai bernegoisasi dengan Adira Ciamis dan motor nasabah tersebut sudah diserahkan, tiba-tiba ada mobil dan motor berhenti. Dan turunlah sejumlah orang, kemudian menyerang ke arah Jaenudin. Dia pun dipukul oleh sekelompok orang tersebut.
Sementara itu, saat ditanya wartawan mengenai langkah yang akan ditempuh setelah dikeroyok orang tidak dikenal tersebut, Jaenudin mengatakan, dia akan melaporkan kasus pemukulan ini ke pihak kepolisian.”Oh ya pasti, karena saya yang menjadi korban pemukulan, maka kasus ini akan dilaporkan ke pihak kepolisian, agar kasus ini diusut tuntas sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku,”tegasnya.
Sementara itu, keluarga Nasabah Adira Finance yang motornya dirampas tim eksekutor Adira Finance, Mira (20), menjelaskan, saat itu dia tengah melintas di Jalan Galuh Ciamis, tiba-tiba ada sejumlah orang yang mengendarai mobil dan mengaku dari Adira memberhentikan laju motornya. Dan waktu itu juga sejumlah orang tersebut menarik motor yang dikendarai Mira dan memintanya untuk datang ke kantor Adira Ciamis.
Karena Mira tidak tahu apa-apa mengenai riwayat motor tersebut, kemudian dia tidak menjawab ketika ditanya oleh tim Adira. “Karena saya panik, langsung pada saat itu juga menghubungi kakak yang juga sebagai pemilik motor ini. Karena mungkin dalam keadaan panik, maka terjadi salah paham, kemudian terjadilah keributan,” ujarnya.
Tapi motor yang dirampas itu, kata Mira, akhirnya sudah diserahkan kembali oleh pihak Adira kepada dirinya. (es/R2/HR-Online)