Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kasus penculikan anak kembali terjadi di Ciamis. Setelah DM, bocah berusia 9 tahun, warga Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, diculik oleh seorang lelaki dewasa di Alun-alun Ciamis, bulan Mei lalu, kini nasib serupa pun dialami Arum (14), warga Dusun Sukamaju, Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis.
Siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Baregbeg ini, selama lima hari menghilang. Diduga dia diculik oleh seorang wanita paruh baya, saat sedang membeli buku, di acara pameran buku yang diselenggarakan Kantor Perpustakaan Ciamis, Minggu (9/6) lalu.
Malangnya, si penculik membawa korban sampai ke Kota Cianjur. Namun beruntung korban bisa selamat, setelah ditemukan warga Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Rabu (12/6). Kemudian salah seorang warga memberikan kabar via telepon kepada keluarga korban di Ciamis. Setelah adanya kabar tersebut, keluarga korban pun langsung menjemput korban ke Cianjur.
Menurut Ibu Korban, Atin (45), saat itu Minggu siang (9/6), anaknya pamit mau membeli buku di acara pameran buku di Kantor Perpustakaan Ciamis. Namun, hingga sore bahkan pagi harinya, anaknya tidak pulang ke rumah.
Atin menambahkan, setelah anaknya diketahui menghilang, karena setelah ditelepon ke handphone-nya tidak aktif, dia pun langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolresta Ciamis. ” Setelah lima hari menunggu kabar, ternyata ada orang yang menelpon katanya dari Cianjur, yang memberitahukan mengenai keberadaan anak saya,” ujarnya, kepada HR Online, di rumahnya, Jum’at (14/6).
Setelah mendapat kabar tersebut, lanjut Atin, dia bersama keluarga langsung berangkat ke Cianjur untuk menjemput anaknya. “ Setelah ditemukan di Cianjur, kondisi fisik anak saya lemah. Menurut cerita dari anak saya, dia diberi minuman oleh si penculik, setelah itu dia tidak sadarkan diri. Dimungkinkan minuman yang diberikan kepada anak saya, mengandung obat bius,” terangnya.
Anaknya pun, sambung Atin, menceritakan awal mula hingga bisa diculik oleh seorang wanita paruh baya yang hingga kini belum diketahui identitasnya itu. Menurutnya, ketika anaknya tengah membeli buku di acara pameran buku, bertemu dengan seorang wanita paruh baya.
Dari pertemuan itulah, kata Atin, awal cerita anaknya bisa sampai diculik oleh seorang wanita penculik tersebut. “Jadi, sebelum diajak oleh si penculik, anak saya diberi minuman dan permen. Setelah itu anak saya langsung diajak pergi ke terminal Ciamis dan naik Bus. Ketika berada di Bus, anak saya langsung tidak sadarkan diri,” terangnya seraya menambahkan anaknya bisa sadarkan diri ketika sudah berada di Cianjur. (Bgj/R2/HR Online)