Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS (Human Imuno Deficiency Virus/Acquired Immuno Deficiency Syndrome), Dinas Kesehatan bekerjasama dengan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kabupaten Ciamis, menggagas pendirian Klinik HIV/AIDS yang bertempat di masing-masing Puskesmas di Kabupaten Ciamis.
Kepala Seksi Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Ciamis, H. Osep Hernandi, S.Sos.,S.Kep., M.Kes., menyatakan, sebagai langkah awal, set up pelayanan klinik HIV/AIDS ini baru dibentuk di 5 UPTD Puskesmas, yakni di Puskesmas Ciamis, Pangandaran, Banjarsari, Sindangkasih dan Puskesmas Panumbangan.
“Dalam hal ini, pihak Dinkes hanya bertindak selaku pembimbing teknis, sementara pelaksana pelayanan di lapangan adalah pihak UPTD Puskesmas yang telah memiliki klinik,” katanya kepada HR, Senin (11/6). H. Osep menambahkan, pihaknya telah mempersiapkan tenaga medis dokter, perawat bahkan konselor untuk diterjunkan langsung di klinik HIV/AIDS tersebut dengan memberi pembekalan teknis kepada mereka.
H. Osep menyatakan, diagnosa awal dan tindakan pengobatan bagi pengidap HIV/AIDS harus dilakukan di klinik yang memadai, baik sarana prasarananya maupun SDM nya. Oleh karena itu, ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS di 5 Puskesmas yang telah memiliki klinik HIV/AIDS boleh berlega hati karena di klinik tersebut telah tersedia laboratorium HIV/AIDS serta dokter dan konselor yang telah berpengalaman.
“Pendirian klinik ini adalah bentuk dari kekahawatiran kami karena jika dibiarkan, kondisi ODHA dari hari ke hari akan semakin memburuk dan tentunya mereka harus mendapatkan perawatan rutin dan pengawasan. Kami berharap adanya klinik bisa menjadi solusi,” katanya.
Hal senada diungkapkan sekretaris KPA Kabupaten Ciamis, H. Akasah MBA saat ditemui HR, Selasa, (12/06). Dia mengatakan, klinik HIV/AIDS di Puskesmas yang sudah terbentuk merupakan tahap awal dalam penanggulangan virus mematikan tersebut.
“Jumlah pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Ciamis pada 2013 sebanyak 36 orang. Jika kita tidak bertindak sesegara mungkin, bisa saja jumlahnya terus meningkat. Keberadaan klinik dengan fasilitas yang lengkap dan SDM yang mumpuni di bidangnya diharapkan bisa mengatasi masalah ini,” katanya. (DSW/Koran HR)