Banjarsari, (harapanrakyat.com),- Akibat jembatan gantung yang menghubungkan Desa Cigayam dengan Desa Sindangrasa Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis kondisinya rusak dan ada beberapa papan jembatan yang sudah hancur, tinggal menyisakan bentangan tali baja, membuat siswa SD yang sering melintas ke jembatan itu terpaksa tiap hari harus bermain “sirkus” dengan melawati tali baja untuk melintas di jembatan tersebut.
Aksi nekad yang dilakukan siswa SD itu tentunya menantang maut. Tapi apa boleh buat, akses jalan melalui jembatan itu memang satu-satunya untuk mempersingkat waktu dan jarak tempuh agar mereka cepat sampai ke sekolahnya. Karena, jika menggunakan akses lain, siswa SD itu harus berputar jalan yang jarak tempuhnya sangat jauh.
Dari informasi yang dihimpun HR, jembatan gantung ini merupakan satu-satunya akses lintasan yang digunakan warga di dua desa (Desa Cigayam dengan Desa Sindangrasa) untuk berinteraksi sosial. Bahkan, jembatan ini kerap dilewati siswa SD yang hendak belajar ke sekolahnya.
Jembatan gantung ini memiliki panjang 100 meter dan lebar 1,5 meter. Sudah 9 bulan lalu mengalami kerusakan akibat seluruh bambu dan papan kayu jembatan gantung ini lapuk dimakan usia. Namun begitu, hingga saat ini belum ada upaya dari Pemkab Ciamis untuk memperbaiki jembatan tersebut.
Menurut Herman, warga setempat, jembatan gantung yang beralaskan bambu dan papan ini, kini kondisinya rusak parah. Bahkan, sepanjang 35 meter alas bambu dan papannya sudah hilang. Yang tersisa, tinggal tali baja saja yang terbentang.
Akibat jembatan gantung ini rusak, kata Herman, banyak siswa yang juga warga setempat lebih memilih memutar jalan untuk berangkat ke sekolah, meskipun jika memutar jalan harus memakan jarak sekitar 5 km.
“Masih ada juga siswa yang berangkat ke sekolah dengan menggunakan akses jembatan gantung ini, meski sebenarnya sangat berbahaya. Jika berani menyeberang jembatan ini harus ekstra hati hati. Sebab di ujung jembatan tidak ada alas bambunya. Jadi, ketika melintas diujung jembatan, kaki harus menginjak ke tali baja dan juga tangan harus memegang 2 tali baja yang membentang di kiri dan kanan,” kata Herman, kepada HR Online, Kamis (13/6). (Ntang/R2/HR Online)