Banjar, (harapanrakyat.com),- Pasca terjadinya tebing longsor dan pohon tumbang di Jl. Siliwangi, tepatnya di Lingkungan Cikadu, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, membuat Misem (70), warga yang rumahnya berada di sekitar tebing, mengaku hingga saat ini masih merasa trauma dengan kejadian tersebut.
Misem mengatakan, meski sudah puluhan tahun menempati rumahnya, namun setelah kejadian longsor membuat dirinya takut ketika hujan turun. Terlebih bila disertai dengan angin kencang.
“Masalahnya rumah saya ini letaknya persis di pinggir tebing. Selain itu di atas tebing juga banyak ditumbuhi pohon yang tinggi-tinggi, dan ada bongkahan batu yang ukurannya lumayan cukup besar,” tuturnya, saat dijumpai HR, Senin (29/4).
Dengan demikian, lanjut dia, apabila terjadi lagi longsor sudah dipastikan pohon dan batu tersebut akan terseret dan menimpa rumahnya, serta mengancam keselamatan jiwanya.
Untuk itu dia menginginkan agar pohon besar yang berada di atas tebing segera ditebang karena dianggap membahayakan bagi rumahnya, maupun keselamatan jiwanya.
“Tapi sampai sekarang belum respon dari pemerintah, padahal saya sangat menunggu ada petugas datang untuk menebang pohon-pohon yang sekiranya membahayakan,” kata Misem. (PRA)