Ciamis,(harapanrakyat.com),-
Dini Mulyani, bocah berusia 9 tahun, warga Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis, akhirnya ditemukan di daerah Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Korban penculikan ini pun langsung diamankan oleh Polsek Manonjaya dan saat ini sudah berada di Polresta Tasikmalaya untuk diserahkan ke pihak keluarganya.
Sebelumnya, Dini dikabarkan hilang, diduga diculik orang tak dikenal saat sedang bersama ibunya berjualan gorengan di Alun-alun Ciamis. Menurut keluarga korban, Yaya Heryadi, pihak keluarga sudah mendapat informasi bahwa Dini sudah ditemukan di daerah Manonjaya.
Dini ditemukan oleh warga dan sudah diserahkan ke Polsek setempat. Dan saat ini sudah berada di Polresta Tasikmalaya. Kami dari keluarga saat ini tengah di Polresta Tasik untuk dilakukan berita acara penyerahan korban,” ujarnya, kepada HR Online, Senin (20/5).
Namun, lanjut Yaya, berhubung kondisi fisik korban lemah, terpaksa korban pun harus dilarikan ke RSUD Tasikmalaya untuk mendapat pertolongan medis. Kondisi fisik korban sangat lemah, akibat kelaparan,” imbuhnya.
Menurut Yaya, korban ditemukan warga di dekat jembatan Cirahong yang berada di wilayah Kecamatan Manonjaya Tasikmalaya. Saat ditemukan warga, korban dalam kondisi kehausan dan kelaparan.
Kemungkinan pelaku membuang korban di dekat jembatan Cirahong. Dan pelaku menyekap korban tanpa memberinya makan,” ujarnya. Namun, hingga berita ini ditulis, belum diketahui motif penculikan kasus ini. Sementara pelaku penculikan masih diburu oleh pihak kepolisian.
Sebelumnya, Komariah (30), pedagang gorengan di Alun-alun Ciamis, Minggu (19/5) malam, dikejutkan saat mengetahui anaknya, Dini Mulyani (9), hilang. Padahal sebelumnya Dini tengah membantu Komariah berjualan gorengan.
Menurut Komariah, saat itu dia tengah berjualan pada Minggu malam. Kemudian seorang lelaki muda yang mengaku bernama Ucup warga Kawali, singgah ditempat jualannya. Orang itu lantas mengajak saya ngobrol. Dalam percakapan waktu itu, dia menawarkan jasa bahwa dirinya bisa menolong orang yang lagi kesusahan,” katanya menceritakan.
Tanpa curiga, Komariah pun pun meladeni orang misterius itu berbicara. Apalagi dia sebagai pedagang wajib selalu ramah terhadap pembeli. Saya ngobrol dengan orang yang bernama Ucup itu cukup lama, sekitar 7 jam. Entah saya terkena hipnotis atau karena apa, saat Dini dibawa pelaku dihadapan saya, saya seolah tidak ingat dan tidak sadar bahwa yang dibawa orang itu adalah anak saya Dini,” katanya.
Dan ketika sekitar setengah jam orang itu pergi, barulah saya sadar bahwa anak saya di bawa oleh si Ucup itu. Saya bersama teman pedagang sempat mencari, tapi setelah dicari sampai subuh, Dini tidak ditemukan,” terangnya menambahkan. (Bgj/R2)