Cijulang, (harapanrakyat.com),- Pengelolaan bantuan hibah ternak domba yang diturunkan dari anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar), melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Tranmigrasi (Dinsosnaker) Kab. Ciamis tahun 2010, disesalkan Kepala Desa Margacinta Kec. Cijulang. Pasalnya, pengelolaan tersebut dinilai tidak jelas, karena tidak pernah memberikan laporan kepada Pemerintah Desa.
Kades Margacinta, Ade bin Suharja, beberapa waktu lalu, mengaku kecewa terhadap kelompok pengelola bantuan hibah tersebut.
“Saya kecewa, pengelolaan bantuan ternak domba delapan kelompok di Desa Margacinta ini. Soalnya, dari mulai turunnya bantuan tersebut sampai sekarang tidak ada laporan yang jelas, bahkan pengelolaannya terkesan asal-asalan,” kata Ade.
Ade menuturkan, bantuan itu dia perjuangkan pada tahun 2010 ke Dinsosnaker Kab. Ciamis, untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat Desa Margacinta. Dan akhirnya, Dinsosnaker bersedia memfasilitasi program tersebut, dengan mengajukannya ke Provinsi.
“Saya sebetulnya ingin memperjuangkan kepentingan masyarakat, dengan sebuah program pengembangan ternak domba. Namun faktanya, malah berbalik dengan harapan yang saya perjuangkan,” ujarnya.
Menurut Ade, saat ini pengelolaan bantuan itu tidak jelas, bahkan informasi yang dia dapat, ada yang dijual, mati dan lain-lain. Padahal, anggaran bantuan itu mencapai angka Rp 20 juta, dengan jumlah domba sekitar 20 ekor perkelompok.
Ade berharap, dengan kejadian ini, BP3K dan PPL Kecamatan Cijulang, lebih eksis dan bertanggung jawab untuk melakukan pendampingan kepada kelompok ternak yang ada di Desa Margacinta.
Di tempat terpisah, Kodir Zulhaedir, PPL BP3K Kec. Cijulang, membenarkan pengelolaan bantuan ternak tersebut memang tidak jelas.
“Sebetulnya, PPL sudah memberikan arahan dan panduan kepada kelompok, termasuk soal pengelolaan dan pemeliharaannya,”
Kodir menilai, faktor Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat menjadi alasan kenapa pengelolaan bantuan tersebut tidak berjalan dengan baik. Menurut dia, kejadian ini harus jadi cermin kegiatan pertanian di masa yang akan datang. (Syam)