Miris menyaksikan arus urbanisasi di desanya, mengilhami Yuyu (42), warga Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu, untuk membangun kawasan peternakan terpadu di kampung halaman.
Bukan isapan jempol, pria jebolan MAN Darusalam Ciamis dan LPKI Bandung tahun 1990 ini, merintis usaha peternakan domba ekor gemuk dari tahun 2008. Kini, dia sudah memiliki 100 ekor domba, 2 hektar lahan rumput king grass, BB, Sataria dan setengah hektar lahan jagung.
Tak ketinggalan, seribu pohon Manglid berusia satu tahun, pohon pisang tanduk ambon, berjajar rapi di sekitar kandang domba miliknya yang berukuran 8 meter kali 30 meter. Bahkan, tahun ini, dia memberanikan diri membuka warung sate di Jalan Panjalu.
Yuyu tidak sendiri, dia bersama 20 orang anggota Kelompok Ternak Sugih Mukti, bertekad untuk merekrut pemuda pengangguran yang ada di desanya. Bukan pekerjaan mudah memang, tapi kini lahan hektaran yang ada di wilayahnya itu disulap menjadi kawasan peternakan.
âTerus terang, kami prihatin. 90 persen pemuda dan pemudi desa ini merantau ke Kota, Bandung dan Jakarta. Fenomena urbanisasi ini yang jadi lecutan bagi kami. Kami ingin uang beredar di desa kami, dengan potensi alam yang ada,â ungkap Pria beranak tiga tersebut.
Perjalanan Yuyu hingga bisa seperti saat ini, bukan tidak ada rintangan. Berbagai usaha sempat dilakoninya, sepoerti Jasa Angkutan, beternak Gurame sampai domba seperti sekarang. Ia yakin, peluang sekecil apapun asalkan untuk kesejahteraan masyarakat harus diambil.
Bahkan saat ini, domba ekor gemuk yang dikembangkan oleh Kelompok Ternak Sugih Mukti binaanya, sudah laku sampai di wilayah Jawa, seperti Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Jawa Tengah.
Langkah Yuyu tidak berhenti sampai disana, Anggota BPD Desa Ciomas ini juga menjalin kerjasama dengan pemerintah desa, dengan mengagendakan pembangun Kawasan Ternak Terpadu kedalam RPJMDes Ciomas.
Upaya yang dilaksanakan Yuyu dan kelompoknya mendapat perhatian khusus dari Kepala Dinas Peternakan Ciamis, H. Wasdi, Sag. Beberapa kesempatan, Kadisnak Ciamis juga meninjau langsung lokasi.
Menurut Wasdi, pihaknya akan memfasilitasi kelompok tersebut untuk memperoleh perhatian dari Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat. Soalnya, setelah Disnak Jabar turun ke lokasi, terlihat sangat meresponnya.
Wasdi berkata, agenda pembangunan kawasan peternakan terpadu tersebut, sejalan dengan arah pembangunan Kab. Ciamis di bidang pertanian dan pariwisata. âKami akan koordinasikan juga dengan Bappeda, karena Sub Wilayah Pembangunan (SWP) mempunyai karakteristik yang khas untuk dikembangkanâ katanya.
Sependapat dengan itu, Kabid Barbang Disnak, Otong SP, MSt, mengatakan, akan sangat mendukung konsep hulu-hilir pengembangan kawasan peternakan terpadu di wilayah Ciamis utara.
Otong berpesan kepada masayarakat disana, agar mempunyai orientasi pasar yang jelas. Makanya, konsep integrasi antara budidaya dan pembangunan Pasar hewan terus digencarkan, supaya peternak mendapat dukungan. (DK)