Banjar, (harapanrakyat.com).- Kembalinya bidang kebudayaan ke ranah pendidikan mempunyai program sasaran untuk menciptakan siswa sekolah dari semua tingkatan senang terhadap budaya sendiri, serta membangun dan menanamkan kembali cinta terhadap tanah airnya.
Program tersebut akan diaplikasikan melalui pelatihan terhadap guru kesenian di setiap sekolah di Kota Banjar. Hal itu dikatakan oleh Kabid. Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, Anda Gandara, S.Pd., didampingi Kasi Kesenian, Aco Karso, kepada HR, ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/1).
Menurut Anda, saat ini Bidang Kebudayaan sedang mempersiapkan suatu program unggulan, yaitu akan memfasilitasi pembinaan dan pelatihan guru terhadap kebudayaan daerah.
“Untuk program kedepan sepenuhnya belum kami susun. Namun, sementara ini program unggulan yang sedang digarap yaitu pelatihan sistem penjurian untuk bidang festival, pasanggiri, pemilihan, serta audisi di bidang kesenian dan kesundaan. Tujuannya mendongkrak kembali cinta tanah air dan budaya daerah,” ujarnya.
Program tersebut rencananya akan diluncurkan awal Februari nanti, sesuai dengan acara yang akan digelar, yaitu kegiatan lomba kebudayaan daerah di tingkat sekolah pada pertengahan bulan Februari.
Untuk memilih calon juri, pihaknya akan melakukan penjaringan terhadap guru kesenian maupun guru bahasa Sunda dari tiap sekolah di masing-masing kecamatan. Tapi sebelumnya Bidang Kebudayaan akan mensosialisasikan terlebih dahulu mengenai program tersebut.
Sementara itu Aco menambahkan, bagi calon juri yang memenuhi kriteria akan dijadikan sebagai juri tetap di setiap event. Selain itu, setiap guru bidang kesenian dan bahasa Sunda yang mengikuti pelatihan nantinya akan diberikan sertifikat. Diharapkan sertifikat itu bisa dijadikan point dalam penambahan jam belajar.
“Kesenian yang nantinya akan ditonjolkan dan akan disisipkan pada program pembelajaran adalah kesenian yang merujuk kepada budaya daerah sendiri, seperti calung, degung dan lainnya. Kami juga akan kembali memberikan penguatan di bidang atikan basa Sunda dengan memberikan pembelajaran tatakrama kasopanan, undak-usuk basa, dan pancakaki,” ujarnya.
Cara pembelajarannya yaitu, dalam seminggu harus ada satu hari interaksi antara guru dan siswa dengan mengunakan bahasa Sunda yang benar. Sedangkan, untuk keseniannya akan menguatkan lagu-lagu nasional, karena siswa sekarang banyak yang tidak hafal. (HND)