Dengan kemajuan informasi teknologi, manusia bebas membikin isu-isu yang menakutkan. Isu yang akhir-akhir ini beredar di facebook dan menjadi perguncingan di masyarakat luas dunia, menyebutkan pada 21, 22, 23, Desember akan terjadi kegelapan pertanda akan terjadi kiamat.
Untuk meyakinkan terjadinya kiamat 2012, para penggagas isu, meramu berakhirnya periode 13 baktun kalender perhitungan suku Maya di Amerika. Dengan berbagai fenomena astronomi, sejumlah peristiwa antariksa yang lumrah terjadi diolah menjadi kejadian luar biasa yang dikatakan bisa memicu kehancuran bumi.
Tak hanya diramu dengan fenomena antariksa yang spekulatif, isu kiamat 21 Desember 2012 juga dipadu dengan proses alamiah Bumi dan Matahari tidaklah mati, tetapi berproses dinamis dan terus berevolusi.
Kiamat 21 Desember 2012 bukanlah isu pertama soal tiba hari akhir kehidupan. Datangnya kiamat telah menjadi pertanyaan besar sepanjang peradaban manusia. Meski teks agama menegaskan tak seorang pun yang mengetahui, manusia terobsesi mencarinya. Ini ketakutan manusia akan datangnya kematian.
Padahal hidup dan mati bukanlah keinginan manusia, itu rahasia Allah Swt. Sesuatu momen yang langka terjadi, menjadi impian manusia seperti hari kelahiran dan pernikahan 12-12-2012. Juga kelahiran, pernikahan, dan kematian itu tidak ngantri itu semua ada pada kekuasan Allah Swt. Begitu juga kiamat tidak ada yang bisa menentukan waktunya, kucuali Allah yang Mahakuasa.
Setidaknya, isu kiamat pernah muncul pada 9 September 1999 (9-9-99) saat kondisi politik dan ekonomi Indonesia kacau. Isu serupa juga muncul saat perayaan 1 Januari 2000 dengan ancaman kegagalan sistem komputer global. Beberapa sekte keagamaan di Indonesia pernah berusaha melakukan bunuh diri massal demi menyongsong kiamat.
Para ahli pun mengatakan, isu kiamat selalu muncul ketika manusia menghadapi kejadian di luar kendalinya. Keterpurukan ekonomi, ketidakpastian politik, kegagalan akulturasi budaya, hingga adanya prediksi bencana katastropik walau belum tentu benar.