Banjar, (harapanrakyat.com),- Setelah hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) pada tahap pertama dan kedua yang diikuti tenaga pendidik dan para kepala sekolah tidak memuaskan, kini hasil dari UKG tahap ketiga yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, dan diikuti sebanyak 26 pengawas se-Kota Banjar, juga mengalami hal serupa.
Kasubag Kepegawaian Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Banjar, Nedi, S.IP, M.SI., mengatakan kepada HR, Senin (10/12), bahwa hasil penilaian UKG tahap pertama sampai ketiga, untuk saat ini memang belum berpengaruh terhadap tunjangan, karena masih dalam masa percobaan.
Selain itu, adanya masukan cukup kritis bahwa tunjangan sertifikasi belum memberikan perkembangan secara signifikan terhadap pendidikan, contohnya nilai hasil ujian belum dapat dikatakan maksimal.
Namun, untuk pelaksanaan UKG tahun depan diwacanakan nilainya akan diberlakukan pasing grade, sehingga hasilnya berpengaruh pada tunjangan. Tujuannya supaya dapat melihat, dan menilai kemampuan guru secara profesional.
“Nanti bagi peserta UKG yang belum mendapatkan nilai di atas pasing grade, atau nilainya belum sesuai ketentuan, mereka akan kembali diikutsertakan 2 atau 3 kali UKG susulan. Apabila masih tetap di bawah, maka akan ada imbas pada tunjangan sertifikasi,” katanya.
Nedi menambahkan, untuk kedepannya UKG harus lebih diperketat. Soal akan diperbaharui, dan segala sesuatu yang dapat menghambat pelaksanaan ujian, seperti jaringan internet, juga harus diperbaharui agar tidak ada permasalahan.
Kemudian, adanya nilai pasing grade yang harus dicapai sesuai angka, hal itu nantinya akan dipersiapkan oleh pusat. Sehingga, uji kompetensi guru benar-benar mampu meningkatkan profesionalitas, sebagai imbas dari tunjangan sertifikasi yang telah diterimanya.
Setiap peserta juga diharuskan mampu mengoperasikan komputer, sebab pada pelaksanaan UKG mendatang, operator yang ada tidak akan membantu sepenuhnya.
Artinya, jika sudah tiga kali mengikuti perbaikan UKG tetapi masih mendapatkan nilai di bawah, maka akan ada imbas terhadap tunjangan, baik itu dipensiunkan atau tunjangannya dicabut.
“Saya belum tahu bagaimana prosedurnya nanti, namun intinya akan ada imbas pada tunjangan sertifikasinya. Jadi, yang harus ditekankan disini yaitu guru harus banyak membaca supaya saat pengisian soal tidak menjadi beban,” tegasnya. (HND)